RADARTASIK.ID –Polemik panas pasca laga Inter Milan kontra Juventus belum juga mereda di Italia.
Kali ini, sorotan tajam datang dari penulis Italia ternama, Roberto Saviano, yang melontarkan tuduhan serius terhadap Presiden Inter, Giuseppe Marotta.
Dalam unggahan panjang di Instagram pribadinya, Saviano menyebut kompetisi Serie A saat ini telah “tercemar”.
Baca Juga:Kecewa dengan Keputusan Wasit Saat Dikalahkan Inter, Pemilik Juventus Telepon Ketua PSSI ItaliaWasit Doyan Obral Kartu, Legenda Inter: Semua Pelatih Sekarang Ikuti Taktik Inzaghi
Ia bahkan menilai, selama Marotta masih memegang peran penting dalam sepak bola Italia, bayang-bayang kecurigaan akan terus menyelimuti kompetisi.
“Selama orang ini masih memiliki peran dalam sepak bola Italia, semua orang akan merasa bahwa liga telah tercemar,” tulis Saviano, menyertai unggahan foto Marotta.
Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan luas. Terlebih, laga Inter-Juventus sebelumnya memang diwarnai sejumlah keputusan wasit yang kontroversial.
Saviano menilai persoalannya bukan sekadar satu pertandingan, melainkan masalah struktural dalam sistem sepak bola Italia.
Ia bahkan menyebut, jika Inter memenangi Scudetto musim ini, gelar tersebut tidak akan memiliki makna apa pun karena situasi kompetisi yang dianggap tidak bersih.
“Liga Italia hari ini sudah tercemar. Jika Inter memenanginya, gelar itu tidak akan berarti apa-apa,” tegasnya.
Saviano juga menyinggung kemarahan petinggi Juventus, Giorgio Chiellini seusai pertandingan.
Menurutnya, reaksi keras dari kubu Juventus atas kepemimpinan wasit bukan sekadar luapan emosi sesaat.
Baca Juga:Legenda AC Milan Takjub dengan Penampilan Donyell Malen: Dia Sangat MematikanChivu Targetkan Juventus Jadi Batu Loncatan Patahkan Kutukan Inter Lawan Tim Papan Atas
“Kemarahan Chiellini adalah kemarahan seseorang yang tahu bagaimana sistem bekerja bersama Marotta,” tulisnya.
Ia menegaskan bahwa ini bukan persoalan rivalitas warna jersey, melainkan persoalan mekanisme kekuasaan dan pengaruh di balik layar sepak bola Italia.
Menurut Saviano, siapa pun yang mencoba membahas dinamika tersebut kerap dicap tidak netral atau berpihak.
Tak hanya itu, Saviano juga menyinggung penyelidikan hukum terkait dugaan infiltrasi organisasi kriminal ‘Ndrangheta ke dalam Curva Nord San Siro, basis suporter garis keras Inter.
Ia menilai, ketika isu-isu serius seperti ini tidak ditangani secara transparan, maka yang dipertaruhkan adalah kredibilitas seluruh sistem.
“Masalahnya bukan hasil satu pertandingan. Masalahnya adalah kepercayaan,” paparnya.
