RADARTASIK.ID – Presiden Inter, Giuseppe Marotta, angkat suara terkait polemik kartu merah dalam laga panas kontra Juventus yang berakhir 3-2 untuk Nerazzurri.
Sorotan tajam media terhadap aksi Alessandro Bastoni dinilai Marotta sudah melampaui batas.
Berbicara dalam rapat Lega Serie A, Marotta menyebut pemberitaan yang berkembang telah berubah menjadi “penghakiman publik” terhadap Bastoni.
Baca Juga:Presiden Inter Milan Dituduh Mencemari Serie A: Petinggi Juventus Tahu Cara Kerja MarottaIgnazio La Russa Ngamuk Inter Dituding Dapat Bantuan Wasit untuk Kalahkan Juventus: “Kami Bukan Juve Baru”
Bek Timnas Italia itu dianggap melakukan aksi diving yang berujung pada kartu merah bagi Pierre Kalulu, keputusan yang memicu perdebatan luas.
“Saya di sini karena ada eksposur media yang berlebihan. Bastoni seperti dihukum di ruang publik, dan itu tidak adil,” tegas Marotta.
“Dia adalah aset penting bagi tim nasional. Siapa yang tidak pernah melakukan kesalahan?,” tanyanya.
Menurutnya, insiden tersebut bukanlah peristiwa luar biasa. Ia bahkan menyebut kejadian serupa sudah sering terjadi dalam sejarah sepak bola Italia sejak dekade 1950-an.
Marotta mengakui tindakan Bastoni tidak mencerminkan prinsip sportivitas, namun ia meminta semua pihak melihat konteks secara utuh.
“Ini kejadian yang patut disayangkan, tetapi bukan sesuatu yang luar biasa. Ada dinamika di lapangan, ada gerakan tangan yang melebar, ada interpretasi wasit. Jangan sampai pemain muda dihancurkan oleh opini yang berlebihan,” ujarnya.
Dalam pernyataannya, Marotta juga mengingatkan publik pada duel panas Juventus vs Inter tahun 2021.
Baca Juga:Gianluca Rocchi Tuding Bastoni Pemain yang Suka Menipu WasitCetak 5 Gol dalam Lima Laga, Intip Gaji Fantastis Donyell Malen di AS Roma
Ia merujuk pada penalti kontroversial yang diberikan kepada Juventus akibat dugaan diving Juan Cuadrado, dengan wasit saat itu Maurizio Calvarese.
Kala itu, menurut Marotta, perangkat teknis dan bahkan wasit mengakui adanya kesalahan penilaian.
Ia menegaskan dampaknya tidak kecil, karena kemenangan tersebut membantu Juventus lolos ke Liga Champions, yang nilainya diperkirakan mencapai 60-70 juta euro.
“Waktu itu kami tidak membuat polemik panjang. Kami menerimanya. Padahal dampaknya sangat besar bagi kami,” sindirnya.
Marotta juga mengungkapkan bahwa musim lalu Inter kehilangan Scudetto hanya karena selisih satu poin, dengan satu kesalahan wasit yang diakui dalam laga kontra Roma.
Namun klub memilih untuk tidak memperkeruh suasana.
