“Hojlund bekerja sangat keras seperti biasa, Ndicka mungkin sampai ingin minta istirahat setelah mengawalnya. Tapi Malen itu mematikan,” ujar Costacurta.
Menurutnya, Malen memiliki teknik luar biasa dalam kecepatan tinggi.
Ia menyoroti momen ketika Malen dengan cerdas melepas umpan terobosan kepada Wesley yang kemudian berujung penalti untuk Roma.
“Mungkin hari ini saya lebih memilih menjaga Hojlund. Dia masih perlu meningkatkan permainan membelakangi gawang dan sentuhan teknik. Malen terlihat lebih matang dan lebih berbahaya,” tambah mantan bek tangguh Rossoneri itu.
Pujian tersebut menegaskan betapa impresifnya performa Malen.
Baca Juga:Chivu Targetkan Juventus Jadi Batu Loncatan Patahkan Kutukan Inter Lawan Tim Papan AtasDaftar 4 Pemain Terburuk AC Milan saat Kalahkan Pisa: Ada Nama Adrien Rabiot
Dengan kecepatan, teknik, serta naluri mencetak gol yang tajam, ia kini menjadi senjata utama Roma dalam persaingan papan atas Serie A.
Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Malen akan menjadi salah satu faktor penentu dalam perebutan tiket Liga Champions musim ini.
