Ignazio La Russa Ngamuk Inter Dituding Dapat Bantuan Wasit untuk Kalahkan Juventus: “Kami Bukan Juve Baru”

Ignazio La Russa
Ignazio La Russa Foto: Tangkapan layar Instagram@ignazio.larussa
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Kontroversi Derby d’Italia antara Inter Milan dan Juventus masih terus memanas.

Kemenangan Inter 3-2 atas rival abadinya itu memicu polemik panjang, terutama soal keputusan wasit yang berujung kartu merah untuk pemain Juventus.

Di tengah perdebatan tersebut, Presiden Senat Italia, Ignazio La Russa, angkat bicara dalam wawancara dengan Telelombardia.

Baca Juga:Kecewa dengan Keputusan Wasit Saat Dikalahkan Inter, Pemilik Juventus Telepon Ketua PSSI ItaliaWasit Doyan Obral Kartu, Legenda Inter: Semua Pelatih Sekarang Ikuti Taktik Inzaghi

Dikenal sebagai pendukung Inter, La Russa tak ragu membela Nerazzurri dari tudingan diuntungkan wasit.

La Russa menilai kemenangan Inter bukan semata-mata ditentukan oleh kartu merah kontroversial.

Ia menegaskan bahwa tim asuhan Cristian Chivu tetap akan unggul meski bermain 11 lawan 11.

“Setelah skor 1-1, kami dua kali mengenai tiang gawang. Bahkan dengan jumlah pemain sama, kami akan menang dengan selisih tiga gol,” ujarnya dikutip dari Calciomercato.

Ia juga menyentil narasi yang terlalu fokus pada satu insiden. Menurutnya, Inter justru kerap dirugikan dalam banyak kesempatan sebelumnya.

“Kalau kali ini benar kami sedikit diuntungkan, itu tidak terlalu serius. Kami sering merasa dirugikan oleh Juve. Ini suara seorang suporter, dan saya mengatakannya sambil tersenyum,” tambahnya.

La Russa juga bereaksi keras terhadap komentar Giorgio Chiellini, yang sebelumnya mengkritik atmosfer pertandingan.

Baca Juga:Legenda AC Milan Takjub dengan Penampilan Donyell Malen: Dia Sangat MematikanChivu Targetkan Juventus Jadi Batu Loncatan Patahkan Kutukan Inter Lawan Tim Papan Atas

“Itu benar-benar membuat saya marah. Bagaimana dia bisa mengatakan ini bukan lagi sepak bola?” tegas La Russa.

Ia bahkan menyinggung rekaman yang menunjukkan protes keras dari kubu Juventus kepada wasit saat jeda pertandingan.

Menurutnya, tidak pantas berbicara soal sportivitas jika di saat yang sama melakukan tekanan terhadap pengadil lapangan.

La Russa juga mengingatkan kembali sejumlah kontroversi masa lalu, termasuk laga Catania-Juve 2012, di mana gol sah Catania dianulir.

Ia menyebut bahkan Giuseppe Marotta kala itu mengakui gol tersebut seharusnya disahkan.

“Jadi Chiellini bukan orang yang paling tepat memberi pelajaran,” sindirnya.

Tak berhenti di situ, La Russa turut menyinggung skandal Calciopoli yang pernah mengguncang sepak bola Italia.

“Scudetto diberikan kepada Inter karena Juventus dinyatakan bersalah, bukan karena Inter mencuri. Jika ada yang merasa keputusan itu salah, itu bukan kesalahan Inter,” tegasnya.

0 Komentar