RADARTASIK.ID – Kontroversi laga panas antara Inter Milan dan Juventus kembali memasuki babak baru.
Setelah perdebatan panjang soal kartu merah Pierre Kalulu, kini sorotan mengarah pada pernyataan keras penunjuk wasit Italia, Gianluca Rocchi.
Rocchi secara terbuka mengomentari keputusan wasit La Penna yang memberikan kartu kuning kedua kepada Kalulu usai duel dengan Alessandro Bastoni.
Dalam keterangannya kepada ANSA, Rocchi menilai keputusan tersebut sebagai kekeliruan.
Baca Juga:Wasit Doyan Obral Kartu, Legenda Inter: Semua Pelatih Sekarang Ikuti Taktik InzaghiLegenda AC Milan Takjub dengan Penampilan Donyell Malen: Dia Sangat Mematikan
“Kami sangat menyesalkan insiden ini. Keputusan La Penna jelas salah, dan kami juga tidak bisa menggunakan VAR untuk memperbaikinya,” ujar Rocchi.
Namun pernyataan Rocchi tak berhenti di situ. Ia justru melontarkan tudingan serius kepada bek Inter, Alessandro Bastoni, yang dianggap melakukan diving dalam insiden tersebut.
“Ada simulasi yang sangat jelas,” tegasnya.
Pernyataan itu sontak memicu perdebatan baru. Jika benar terjadi aksi menipu wasit, maka insiden tersebut bukan hanya soal kesalahan pengadil lapangan, tetapi juga menyangkut sportivitas pemain.
Rocchi bahkan menyebut kejadian itu sebagai bagian dari pola yang lebih luas dalam kompetisi musim ini.
Ia mengisyaratkan adanya kecenderungan pemain mencoba “memperdaya” wasit demi keuntungan timnya.
“Itu adalah yang terakhir dari serangkaian panjang kejadian dalam liga ini, di mana ada yang mencoba dengan segala cara untuk mengelabui kami,” lanjut Rocchi.
Meski mengakui kesalahan wasit La Penna, Rocchi tetap memberikan dukungan moral kepada pengadil tersebut.
Baca Juga:Chivu Targetkan Juventus Jadi Batu Loncatan Patahkan Kutukan Inter Lawan Tim Papan AtasDaftar 4 Pemain Terburuk AC Milan saat Kalahkan Pisa: Ada Nama Adrien Rabiot
Ia menyebut La Penna sangat terpukul atas insiden itu, namun tetap mendapat dukungan penuh dari komite perwasitan.
Situasi ini semakin mempertegas panasnya duel Inter kontra Juventus.
Awalnya, perdebatan hanya berkisar pada kartu merah Kalulu yang mengubah jalannya pertandingan.
Petinggi Juve, Giorgio Chiellini dan Damien Comolli terbuka mengkritik kepemimpinan wasit.
Namun respons tak berhenti di sana. Presiden Exor sekaligus pemilik klub, John Elkann, dilaporkan menghubungi Presiden FIGC, Gabriele Gravina, untuk menyampaikan protes resmi.
Gravina kemudian berkomunikasi dengan Ketua Asosiasi Wasit, Gianluca Rocchi, menyusul meningkatnya tensi.
Elkann menegaskan perlunya solusi konkret demi menjaga kredibilitas kompetisi.
