TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Ketika proyek besar sibuk dipajang di baliho, pedestrian di kawasan Cihideung Kota Tasikmalaya justru diselamatkan oleh adukan semen ala kadarnya.
Bukan oleh pemerintah, melainkan oleh warga yang tergabung dalam Forum Peduli Cihideung.
Sejak dua hari terakhir, mereka membenahi jalur pejalan kaki yang retak dan bergelombang secara swadaya.
Baca Juga:Cerita Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra Naik Kereta untuk Lamaran Anak: Anti Aji Mumpung di Tengah JabatanPawai Tarhib Ramadan PKS Kota Tasikmalaya: dari Syiar hingga Bagi-bagi Jadwal Imsakiyah di Jalanan
Inisiatif ini lahir dari kegelisahan sederhana: terlalu banyak kaki hampir tersandung, terlalu lama menunggu perhatian.
Pedestrian yang seharusnya ramah bagi pejalan kaki, justru berubah menjadi lintasan uji nyali.
Sekretaris Forum Peduli Cihideung, Dadan Ramdani, mengatakan perbaikan dilakukan karena kondisi jalan sudah membahayakan dan tak kunjung disentuh perbaikan resmi.
“Kami bergerak karena ini menyangkut keselamatan bersama. Sudah lama bagian ini bergelombang dan retak. Kalau terus menunggu, khawatir ada yang jatuh duluan sebelum diperbaiki,” ujarnya kepada radartasik.id, Minggu (15/2/2026).
Perbaikan dilakukan secara gotong royong. Warga dan anggota forum menambal bagian yang rusak menggunakan adukan semen seadanya, dibeli dari urunan.
Dadan mengakui kualitasnya jauh dari standar proyek pemerintah, namun cukup membuat permukaan lebih rata dan aman dilintasi.
“Kami sadar ini bukan pekerjaan permanen. Tapi setidaknya sekarang tidak terlalu bergelombang. Harapannya ada perhatian serius dari pemerintah agar diperbaiki secara menyeluruh,” tambahnya.
Baca Juga:Rakorwil KAHMI dan Kegelisahan dari Timur Jawa Barat!Cara Scooter Tasikmalaya Club Menyambut Ramadan: Jalan Berkelok dan Racikan Entog!
Aksi swadaya ini mendapat respons positif dari para pedagang kaki lima (PKL) dan warga sekitar.
Irma (34), seorang PKL di kawasan tersebut, mengaku sering melihat pejalan kaki hampir terjatuh akibat kondisi pedestrian yang tidak rata.
“Kalau ramai, sering ada yang kepleset atau tersandung. Sekarang lumayan lebih aman. Kami pedagang juga merasa terbantu,” tuturnya.
Warga lainnya, Agus Nurjaman (41), menilai gerakan Forum Peduli Cihideung patut diapresiasi, meski seharusnya bukan menjadi beban warga.
“Ini kawasan pusat kota dan ramai pengunjung. Harusnya memang jadi perhatian. Tapi kami salut warga mau bergerak duluan,” ucapnya.
Peristiwa ini menjadi cermin kecil wajah pelayanan fasilitas publik di Kota Tasikmalaya: ketika anggaran masih berdebat di meja rapat, warga sudah lebih dulu mengaduk semen di lapangan.
