BANJAR, RADARTASIK.ID – Banjar Car Free Night (BCFN) kembali digelar pada Sabtu malam (14/02/2026) sebagai upaya membangkitkan dan memperkuat ekonomi masyarakat di tengah kondisi saat ini.
Kegiatan yang dipusatkan di Jalan Letjen Suwarto itu diharapkan menjadi ruang publik yang mendorong perputaran ekonomi secara signifikan di Kota Banjar.
Wali Kota Banjar H Sudarsono mengatakan, BCFN direncanakan menjadi agenda rutin setiap bulan agar geliat perekonomian terus terjaga.
Baca Juga:Di Balik Lapangan Padel Kota Tasikmalaya: Jalan Keluar yang Sebenarnya Ada (Part 5-Habis)Di balik Lapangan Padel Kota Tasikmalaya: Pejabat yang Selalu Selamat (Part4)
“Kita upayakan BCFN diagendakan sebulan sekali, supaya ada geliat perekonomian masyarakat. Minimal ada perputaran ekonomi,” ucapnya Minggu (15/02/2026).
BCFN terlaksana berkat kolaborasi lintas sektor. Kegiatan ini pertama kali digagas Polres Banjar, kemudian dilanjutkan oleh Banjar Creative Hub dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
Tingginya respons masyarakat membuat kegiatan tersebut terus digelar meski jadwalnya belum tetap.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Polres Banjar yang telah menggagas BCFN dan memastikan kegiatan itu akan diteruskan karena mendapat sambutan positif dari masyarakat yang membutuhkan hiburan.
“Kita akan teruskan BCFN digelar, karena disambut antusias oleh masyarakat. Disetiap pelaksanaannya nanti menjadi bahan evaluasi, agar lebih baik lagi ke depannya,” katanya.
Dari sisi ekonomi, BCFN dinilai memberi dampak langsung bagi pelaku UMKM dan warga sekitar lokasi kegiatan. Setiap penyelenggaraan melibatkan sekitar 100 hingga 150 pelaku UMKM yang menawarkan berbagai produk, mulai dari kuliner, makanan, minuman hingga kerajinan tangan.
Meski sejak siang sempat turun hujan, masyarakat tetap antusias datang untuk berburu kuliner malam.
Baca Juga:Wakil Rasa Wali Kota!Di Balik Lapangan Padel Kota Tasikmalaya: Risiko Hukum Menunggu di Tikungan (Part 3)
“Alhamdulillah, respon masyarakat sangat bagus. Kebetulan malamnya tidak hujan, sehingga terjadi perputaran ekonomi mencapai Rp300 juta,” ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Banjar berencana membuka peluang pelaksanaan kegiatan serupa di wilayah Langensari dengan konsep yang disesuaikan skala dan kebutuhan.
Langkah ini diharapkan memperluas dampak ekonomi dan pemerataan bagi masyarakat yang ingin menikmati hiburan malam sekaligus kuliner.
“Jika dikelola secara konsisten, banjar car free night bisa menjadi agenda unggulan kota banjar yang bukan hanya menghadirkan hiburan. Tapi memperkuat pondasi ekonomi lokal,” ujarnya. (anto sugiarto)
