Khitan Eksklusif Gratis di Kota Tasikmalaya, Dokter dari Bandung Jemput Bola ke Parhon Timur

khitan gratis Kota Tasikmalaya jemput bola
Komunitas Parhon Timur (Partim) bersama DKM Masjid At-Taqwa Indihiang menggelar khitan eksklusif gratis bagi warga sekitar Parhon, Kota Tasikmalaya, Kamis (12/2/2026). istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Di saat layanan kesehatan sering identik dengan antrean panjang dan biaya mahal, sebuah gerakan sosial justru datang dengan konsep jemput bola.

Komunitas Parhon Timur (Partim) bersama DKM Masjid At-Taqwa Indihiang menggelar khitan eksklusif gratis bagi warga sekitar Parhon, Kota Tasikmalaya, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan yang diikuti sembilan peserta khitan itu menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan bisa hadir langsung di tengah masyarakat, tanpa harus menunggu pasien mendatangi klinik.

Baca Juga:Ketua Majelis Kader Muhammadiyah Kota Tasikmalaya Wafat saat Beri Sambutan PelantikanTasikmalaya Economic Forum Sisakan Luka Komunikasi, Tanpa Dihadiri Kepala Daerah

Satirnya, dokter justru yang sibuk keliling kampung, sementara masyarakat tinggal datang dengan senyum dan doa.

Program ini digagas Altara Khitan yang menggandeng komunitas Partim serta DKM At-Taqwa sebagai tuan rumah kegiatan sosial tersebut.

Seluruh layanan diberikan secara gratis dengan standar klinik modern.

Trainer khitan dari Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (ASDOKI), Dr Reza Armansyah, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial timnya untuk menyebar manfaat ke berbagai daerah.

“Memang program kami itu jemput bola,” ujar Dr Reza, Sabtu (14/2/2026).

“Kami datang ke titik-titik tertentu untuk menyebarkan kebermanfaatan dari skill kami. Layanan khitan tetap menggunakan standar klinik, operator yang sama, metode yang sama, jadi kualitasnya tidak diturunkan,” sambungnya.

Altara Khitan sendiri berbasis di Bandung dan telah melakukan aksi sosial ke berbagai wilayah, bahkan hingga Aceh.

Di Kota Tasikmalaya, mereka membawa metode combo sealer atau sealer modern.

Baca Juga:Mobil Box Penuh Miras Diamankan Polisi, Upaya Selundupkan 1.404 Botol ke Kota Tasikmalaya Gagal TotalKolaborasi Alumni dan Sekolah, Milad ke-65 SMP Negeri 4 Tasikmalaya Diisi Tabligh Akbar dan Santunan

“Metodenya tanpa jahitan dan tanpa balutan. Menggunakan lem bedah khusus dengan pemotongan termokauter yang presisi. Penyembuhannya lebih cepat, hasilnya estetik, dan anak-anak lebih nyaman,” jelasnya.

Menurutnya, khitan bukan sekadar kebutuhan kesehatan, tetapi juga kewajiban agama yang perlu difasilitasi secara layak.

Ia berharap program seperti ini bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah.

“Saya percaya bukan pasien yang butuh kita, tapi kita yang butuh mereka. Kalau mereka tidak memilih berhitan bersama kami, kami juga tidak bisa terlibat dalam kegiatan sosial seperti ini,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid At-Taqwa, Fata Morgana, menyampaikan rasa terima kasih kepada tim Altara Khitan yang telah datang langsung ke wilayah Indihiang, Kota Tasikmalaya.

0 Komentar