RADARTASIK.ID – Derby d’Italia selalu menghadirkan tensi tinggi. Namun pertemuan Inter Milan kontra Juventus kali ini menyimpan cerita berbeda.
Bukan hanya soal perebutan tiga poin penting di pekan ke-25 Serie A 2025/2026, tetapi juga tentang dua penjaga gawang yang masa depannya tengah berada di ujung tanduk.
Laga yang digelar di San Siro, Minggu 15 Februari pukul 02.45 WIB, menjadi krusial dalam perburuan gelar Scudetto dan tiket Liga Champions—terutama setelah kemenangan AC Milan yang membuat persaingan papan atas semakin panas.
Baca Juga:Sandro Sabatini: AC Milan Masih Bisa Tertawa karena Luka ModricComo Diramal Tak Lolos ke Liga Champions oleh Mantan Pemainnya Sendiri
Namun di balik duel klasik dua raksasa Italia ini, sorotan justru mengarah pada pertarungan jarak jauh antara Yann Sommer dan Michele Di Gregorio.
Dua nama yang musim ini sama-sama kerap mendapat kritik dan dikabarkan tidak lagi sepenuhnya mendapat kepercayaan dari klub masing-masing.
Jika menilik pertemuan pertama musim ini pada 13 September 2025 di Allianz Stadium—yang dimenangkan Juventus 4-3 lewat comeback dramatis—keduanya sama-sama tampil jauh dari kata meyakinkan.
Di Gregorio saat itu dinilai terlambat bereaksi dalam mengantisipasi gol Hakan Calhanoglu yang membuat skor menjadi 1-1.
Ia juga dianggap bersalah atas gol jarak jauh berikutnya dari gelandang Turki tersebut, karena gagal membaca arah bola dengan sempurna.
Namun Sommer pun tak luput dari kesalahan. Ia dinilai bisa berbuat lebih baik saat menghadapi gol Kenan Yildiz yang mengubah skor menjadi 2-1.
Sentuhannya pada bola tidak cukup kuat untuk mencegahnya masuk ke gawang. Ia juga dianggap kurang sigap dalam situasi sundulan Thuram yang berujung gol penyama kedudukan 3-3.
Baca Juga:Alasan Mourinho Tak Bisa Lakukan Selebrasi di Depan Pemain Real Madrid: "Mereka Mr. Champions League”AC Milan Resmi Lepas Alex Jimenez, Aleksandar Stankovic Tegaskan Hanya Ingin Kembali ke Inter Milan
Puncaknya, tembakan keras Adzic dari jarak hampir 30 meter yang sebenarnya masih bisa ditepis justru membentur tangannya dan bersarang di gawang untuk memastikan kemenangan 4-3 Juventus.
Sepanjang sejarah, Inter vs Juventus identik dengan duel kiper-kiper elite.
Nama-nama seperti Buffon, Pagliuca, Toldo, Zenga, Peruzzi, Julio Cesar hingga Szczesny pernah menjadi benteng kokoh kedua klub.
Kini, situasinya berbeda. Baik Sommer maupun Di Gregorio memang masih mampu melakukan penyelamatan gemilang.
