Health Station UMTas Soroti Rendahnya Kesadaran Hidup Sehat Pelajar di Kota Tasikmalaya

rendahnya kesadaran hidup sehat pelajar di Kota Tasikmalaya
Sejumlah panitia foto bersama juara dalam acara closing ceremony Health Station, Kamis (12/2/2026). Istimewa
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Di tengah maraknya gaya hidup instan dan aktivitas pelajar yang makin padat, isu kesadaran hidup sehat kembali disorot.

Kegiatan Health Station yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya menjadi alarm halus bahwa kesehatan pelajar tak bisa terus diperlakukan sebagai urusan sambilan.

Kegiatan yang berlangsung di Graha UMTas selama empat hari, Senin–Kamis (9–12/2/2026), itu dikemas lewat seminar dan lomba edukatif bertema Sportivitas dan Kebersamaan sebagai Pondasi Generasi Sehat dan Kompetitif.

Baca Juga:Cara Scooter Tasikmalaya Club Menyambut Ramadan: Jalan Berkelok dan Racikan Entog!Khitan Eksklusif Gratis di Kota Tasikmalaya, Dokter dari Bandung Jemput Bola ke Parhon Timur

Bukan sekadar lomba-lomba seremonial, tetapi upaya mendorong pelajar memahami pentingnya pola hidup sehat sejak dini.

Ketua Pelaksana Health Station, Aksal Muhamad Firlo, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus kepedulian siswa terhadap kesehatan fisik dan mental.

“Kegiatan ini dibuat agar pelajar lebih paham pentingnya hidup sehat melalui seminar dan lomba yang edukatif dan mudah dipraktikkan,” ujarnya.

Menurut Aksal, tema yang diangkat relevan dengan kondisi pelajar saat ini yang dituntut berprestasi, tetapi sering mengabaikan aspek kesehatan.

Ia menilai, semangat sportivitas dan kebersamaan perlu ditanamkan agar persaingan di dunia pendidikan tidak berubah menjadi tekanan yang kontraproduktif.

“Pelajar harus belajar bersaing secara sehat, bukan saling menjatuhkan. Kesehatan fisik dan mental itu fondasi, bukan bonus,” katanya.

Sebanyak 252 peserta dari 37 sekolah di Kota Tasikmalaya dan sekitarnya mengikuti kegiatan tersebut.

Baca Juga:Ketua Majelis Kader Muhammadiyah Kota Tasikmalaya Wafat saat Beri Sambutan PelantikanTasikmalaya Economic Forum Sisakan Luka Komunikasi, Tanpa Dihadiri Kepala Daerah

Tingginya jumlah peserta menunjukkan minat pelajar terhadap kegiatan yang memadukan edukasi dan kompetisi masih cukup besar, asalkan dikemas secara interaktif.

Sepanjang kegiatan, peserta mengikuti seminar kesehatan dan sejumlah perlombaan tematik. Antusiasme terlihat dari keaktifan siswa dalam setiap sesi, baik diskusi maupun lomba.

“Respons peserta cukup tinggi. Ini menunjukkan pendekatan edukasi yang dikemas menarik bisa diterima dengan baik oleh pelajar,” jelas Aksal.

Tak hanya soal kesehatan, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan lintas sekolah.

Para peserta belajar bekerja sama, berinteraksi, dan memahami arti sportivitas dalam kompetisi.

Panitia berharap, pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berdampak pada perubahan perilaku sehari-hari.

0 Komentar