Di balik Lapangan Padel Kota Tasikmalaya: Pejabat yang Selalu Selamat (Part4)

lapangan padel di kota tasikmalaya
ilustrasi: AI
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Dalam kisah lapangan padel ini, tidak ada pejabat yang tertangkap tangan.

Tidak ada tanda tangan di atas kertas.

Tidak ada stempel resmi. Semua terlihat bersih.

Terlalu bersih, bahkan.

Di sinilah muncul satu tipe pejabat yang sering kita jumpai: pejabat yang selalu aman.

Ia tidak pernah mengeluarkan izin. Tapi juga tidak pernah menolak.

Ia tidak memerintahkan. Tapi juga tidak melarang.

Ia tidak tercatat dalam dokumen. Tapi namanya sering disebut dalam percakapan.

Baca Juga:Wakil Rasa Wali Kota!Di Balik Lapangan Padel Kota Tasikmalaya: Risiko Hukum Menunggu di Tikungan (Part 3)

Pejabat semacam ini nyaris tak tersentuh hukum. Karena secara formal, ia tidak melakukan apa-apa.

Padahal, justru karena “tidak melakukan apa-apa” itulah masalah tumbuh.

Sikap aman ini dibungkus dengan kalimat yang terdengar bijak:

“ikuti prosedur saja,”

“nanti kita lihat,”

“sedang dikomunikasikan.”

Kalimat-kalimat itu tidak pernah salah. Tapi juga tidak pernah menyelesaikan.

Di lapangan, kalimat tersebut ditangkap berbeda. Ia diterjemahkan sebagai sinyal. Sebagai lampu kuning yang boleh diterobos. Apalagi jika disampaikan oleh pejabat yang punya pengaruh.

Pengusaha membaca bahasa tubuh lebih cepat dari membaca regulasi.

Mereka tahu, selama pintu tidak ditutup, masih ada celah untuk masuk. Dan ketika bangunan sudah berdiri, pejabat yang sama akan berkata:

“Ini sudah terlanjur.”

Terlanjur menjadi kata kunci. Ia menghapus pertanyaan awal: kenapa bisa terlanjur

Pejabat yang aman biasanya juga rapi.

Ia tidak muncul di depan. Tidak tampil di baliho. Tidak ikut peresmian. Ia berdiri di belakang layar. Memberi arahan seperlunya. Menghindari jejak.

Ketika masalah muncul, ia tetap aman.

Yang dipanggil staf. Yang disorot pengusaha. Yang dipersalahkan sistem.

Model pejabat seperti ini tidak melanggar aturan secara terang-terangan.

Ia hanya membiarkan aturan dilenturkan oleh keadaan. Dan justru karena itu, dampaknya lebih panjang.

Baca Juga:Masalah Kota Ini Bernama Komunikasi!Sadia Satia Ngajaga: Cara Baru Menjaga Tasikmalaya Kota!

Karena publik tidak marah. Tidak ada ledakan. Tidak ada skandal. Yang ada hanya kebiasaan buruk yang pelan-pelan dianggap wajar.

Lapangan padel akan tetap beroperasi.

Izin akan diproses. Sebagian mungkin dilegalkan. Dan pejabat yang aman akan tetap di posisinya.

0 Komentar