Ia menegaskan bahwa laga seperti Derby d’Italia selalu menghadirkan motivasi ekstra. Bukan hanya soal taktik dan strategi, tetapi juga soal gengsi, sejarah, dan sorotan global.
“Dalam pertandingan seperti ini, Anda selalu menemukan sesuatu yang ekstra dalam hal motivasi. Ini adalah pertandingan penting dan global, untuk apa yang diwakili oleh klub-klub tersebut,” tambahnya.
Bagi Inter, pertandingan ini adalah kesempatan emas untuk menghapus label “rapuh saat melawan tim besar”.
Baca Juga:Daftar 4 Pemain Terburuk AC Milan saat Kalahkan Pisa: Ada Nama Adrien RabiotSumber Penghasilan Terbesar Inter dan Juventus: Nerazzurri Menang di Hak Siar, Nyonya Tua Pintar Jual Pemain
Jika mampu menaklukkan Juventus, bukan hanya kepercayaan diri yang terdongkrak, tetapi juga pesan tegas kepada seluruh pesaing bahwa mereka layak diperhitungkan sebagai kandidat terkuat musim ini.
Sebaliknya, hasil negatif bisa membuka kembali keraguan publik terhadap konsistensi Nerazzurri dalam laga-laga krusial.
Derby d’Italia selalu menyajikan tensi tinggi, duel taktis yang ketat, serta drama hingga menit akhir.
Kali ini, taruhannya lebih besar: mematahkan kutukan, menjaga singgasana, dan mengirim sinyal kuat bahwa Inter siap melangkah lebih jauh.
Akhir pekan ini, panggung besar kembali menanti. Dan bagi Chivu, Juventus bukan sekadar lawan—melainkan batu loncatan menuju pembuktian.
