Hujan tiba-tiba turun. Mendadak. Tidak bisa ditawar. Kami makan sambil berdiri, mencari peneduh seadanya. Sedikit goyah. Sedikit basah. Tapi justru di situ rasanya jadi lebih rewog. Lebih hidup. Adrenalin ikut naik.
Perjalanan dilanjutkan. Hujan makin lebat. Tapi tekad tidak surut. Vespa tetap melaju. Pelan. Konsisten.
Akhirnya, Batukaras menyambut. Basah. Lelah. Tapi bahagia. Rasa capek bercampur adrenalin cukup untuk benar-benar me-refresh diri menjelang puasa.
Baca Juga:Khitan Eksklusif Gratis di Kota Tasikmalaya, Dokter dari Bandung Jemput Bola ke Parhon TimurKetua Majelis Kader Muhammadiyah Kota Tasikmalaya Wafat saat Beri Sambutan Pelantikan
Agar pulang membawa sesuatu yang tidak bisa ditaruh di jok: rasa syukur. Semoga puasa nanti diterima. Dilancarkan. Dan persaudaraan ini, seperti Vespa-Vespa tua itu, tetap setia berjalan—meski pelan. (red)
