TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Tasikmalaya Economic Forum yang digagas Kadin Kota Tasikmalaya, Jumat (13/2/2026) di Cordela Suites Hotel, menyisakan catatan miring soal komunikasi antar pemangku kepentingan.
Forum yang sejatinya dirancang sebagai ruang diskusi strategis ekonomi itu justru berlangsung tanpa kehadiran kepala daerah.
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, batal hadir karena masih menjalani pemulihan akibat sakit tipes.
Baca Juga:Mobil Box Penuh Miras Diamankan Polisi, Upaya Selundupkan 1.404 Botol ke Kota Tasikmalaya Gagal TotalKolaborasi Alumni dan Sekolah, Milad ke-65 SMP Negeri 4 Tasikmalaya Diisi Tabligh Akbar dan Santunan
Sementara Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, kabarnya terlambat menerima informasi disposisi dan terlanjur menghadiri agenda lain.
Ketua Kadin Kota Tasikmalaya, Asep Saepulloh, membenarkan adanya kendala komunikasi dalam koordinasi kehadiran pejabat daerah pada forum tersebut.
“Pak Wali memang dari kemarin sudah dikabarkan sakit. Ajudan juga sudah konfirmasi beliau tidak bisa hadir. Ada potensi disposisi ke Pak Wakil atau Pak Sekda,” ujarnya kepada Radar.
Namun, menurut Asep, informasi kepada Wakil Wali Kota baru diterima pada pagi hari pelaksanaan kegiatan. Saat itu, Diky Candra sudah memiliki agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan.
“Tadi pagi baru dapat informasi kalau Pak Wakil juga sudah ada agenda. Akhirnya yang hadir Pak Kepala Bappelitbangda. Itu tidak jadi masalah, tapi tentu tidak ideal,” katanya.
Asep menilai ketidakhadiran pimpinan daerah menjadi kerugian tersendiri bagi forum ekonomi yang melibatkan banyak unsur, mulai dari asosiasi pengusaha, akademisi, media, hingga perbankan dalam skema pentahelix.
“Forum ini kan sebenarnya untuk membantu pemerintah sendiri. Akan lebih efektif dan lebih powerful kalau Pak Wali atau Pak Wakil hadir. Karena kalau pemangku kebijakannya langsung datang, pembahasan bisa cepat dan keputusan bisa lebih mudah diambil,” ucapnya.
Baca Juga:Kota Tasikmalaya Kirim Juri ke Kontes Koi Nasional, Ikan Mahal Beradu Gengsi di Palangka RayaSumbatan Komunikasi yang Disebut Alarm untuk Pemerintahan Kota Tasikmalaya: Bukan Sekadar Guyonan
Ia tak menampik bahwa insiden ini menjadi sinyal adanya persoalan komunikasi yang perlu segera dibenahi di Kota Tasikmalaya.
“Tentu ini jadi evaluasi. Komunikasi harus ditingkatkan, baik dari protokoler maupun dari panitia Kadin, supaya ke depan tidak terjadi lagi salah jadwal seperti ini,” tegasnya.
Tasikmalaya Economic Forum sendiri tetap berjalan dengan agenda diskusi ekonomi daerah.
Namun, absennya kepala daerah membuat forum yang diharapkan menjadi panggung sinergi kebijakan itu terasa pincang—seolah rapat besar tanpa pemegang palu keputusan.
