Media Italia Ungkap Dua Masalah Utama Juventus: Penyerang Mandul, Kiper Mudah Kebobolan

Juventus
Ilustrasi Juventus Tangkapan layar X
0 Komentar

Namun, persentase gol yang bersarang relatif tinggi dibanding jumlah shot on target yang diterima.

Dalam laga kontra Lazio, gol Gustav Isaksen menjadi sorotan. Berdasarkan data, peluang tembakan itu hanya memiliki probabilitas 0,03 persen untuk berujung gol. Namun bola tetap bersarang di gawang Juventus.

Untuk mengukur performa kiper, digunakan metrik “Goals Prevented” (Gol yang Dicegah), yakni selisih antara gol yang seharusnya terjadi (expected goals on target) dengan gol yang benar-benar kebobolan.

Angka positif menunjukkan kontribusi positif sang kiper.

Baca Juga:Pencari Bakat Fenerbahce: Arda Guler Korban Ruang Ganti Real Madrid yang BeracunDiego Simeone Ganggu Rencana Inter Bawa Pulang Anak Dejan Stankovic

Di Gregorio mencatat angka +1,2 musim ini—artinya ia mencegah lebih dari satu gol. Sekilas terlihat baik. Namun jika dibandingkan dengan kiper top Serie A lain, angkanya tertinggal jauh.

Mike Maignan memimpin dengan selisih mencolok +9,1. Ivan Provedel (+6,8) dan Mile Svilar (+6,7) juga jauh di atas. Di Gregorio hanya berada di peringkat ke-12 Serie A dalam kategori tersebut.

Statistik ini memunculkan pertanyaan mendasar: pantaskah Juventus, klub dengan sejarah panjang memiliki kiper kelas dunia, bergantung pada kiper peringkat ke-12 liga?

Sejarah menunjukkan Juve hampir selalu memiliki penjaga gawang utama tim nasional—dari Combi, Zoff, Tacconi, Peruzzi, hingga Buffon.

Saat ini, di timnas Italia saja terdapat beberapa nama yang secara performa dianggap di atas Di Gregorio: Donnarumma, Vicario, Carnesecchi, Meret, hingga Caprile.

Di Gregorio memang tampil impresif bersama Monza. Namun mengenakan seragam hitam-putih dengan tuntutan minimal kesalahan adalah level tekanan yang berbeda.

Komentar pemain pascalaga Lazio juga menggambarkan rasa frustrasi. Pierre Kalulu menilai Juventus perlu lebih efektif di kedua kotak penalti.

Khephren Thuram menambahkan bahwa kebobolan dari tembakan pertama sangat menjengkelkan.

Baca Juga:Legenda Inter Sarankan Juventus Beli Pemain Seperti Pirlo: Mereka Butuh Gelandang yang Punya IdeAldo Serena: Jonathan David Harus Belajar Mencetak Gol seperti Inzaghi

Tak ada yang secara langsung menyalahkan kiper. Namun secara objektif, data menunjukkan ada ruang evaluasi serius.

Juventus kini dihadapkan pada dua pekerjaan rumah besar: mencari penyerang tajam dan memastikan posisi penjaga gawang kembali diisi sosok yang benar-benar menjadi pembeda.

Tanpa itu, ambisi kembali ke puncak Eropa hanya akan menjadi wacana belaka.

0 Komentar