Kisah Miris Hachim Mastour: Bocah Ajaib AC Milan yang Berakhir di Klub Serie C

Hachim Mastour
Hachim Mastour Foto: Tangkapan layar Instagram@fantasyhachi
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Nama Hachim Mastour pernah digadang-gadang sebagai masa depan cerah sepak bola Italia.

Saat masih berusia 16 tahun, ia sudah menjadi sensasi. Teknik olah bola yang memikat, kemampuan freestyle yang memukau, hingga kolaborasi video trik bersama Neymar membuatnya viral di media sosial.

Publik yakin, AC Milan telah menemukan permata baru.

Didatangkan ke akademi AC Milan dengan ekspektasi besar, Mastour melesat cepat hingga menembus tim utama.

Baca Juga:Media Italia Ungkap Dua Masalah Utama Juventus: Penyerang Mandul, Kiper Mudah KebobolanPencari Bakat Fenerbahce: Arda Guler Korban Ruang Ganti Real Madrid yang Beracun

Namun, seperti banyak kisah “bocah ajaib” lainnya, realitas sepak bola profesional tak semudah sorotan kamera.

Tekanan, ekspektasi, dan minimnya menit bermain perlahan menggerus momentum kariernya.

Alih-alih berkembang stabil di San Siro, Mastour justru menjalani perjalanan panjang yang berliku.

Ia sempat berkelana ke berbagai negara, dari Spanyol, Belanda, Yunani, hingga Maroko.

Sayangnya, tak satu pun petualangan itu benar-benar menghidupkan kembali label bintang muda yang dulu melekat padanya.

Kini, di usia 27 tahun, Mastour mencoba bangkit dari titik terendah.

Musim ini ia memulai lembaran baru bersama Virtus Verona, klub Serie C yang berbasis di Verona.

Kontrak berdurasi satu tahun menjadi kesempatan terakhir untuk membuktikan bahwa bakatnya belum sepenuhnya padam.

Namun kenyataan di lapangan kembali tidak mudah. Virtus Verona tengah berjuang di papan bawah Grup A Serie C.

Baca Juga:Diego Simeone Ganggu Rencana Inter Bawa Pulang Anak Dejan StankovicLegenda Inter Sarankan Juventus Beli Pemain Seperti Pirlo: Mereka Butuh Gelandang yang Punya Ide

Dari 26 pertandingan, mereka hanya mampu meraih tiga kemenangan, 10 hasil imbang, dan 13 kekalahan.

Dengan 19 poin, klub berjuluk Rossoblu itu terdampar di posisi ke-18 atau ketiga dari bawah.

Mereka hanya unggul tiga poin dari Pro Patria di zona merah, sementara jarak dari zona aman mencapai 13 poin.

Situasi ini membuat play-off degradasi hampir pasti menjadi nasib yang harus dihadapi.

Terlebih, tim asuhan Luigi Fresco—pelatih yang dijuluki “Ferguson Italia” karena telah menangani klub sejak 1982—baru saja menelan tiga kekalahan beruntun dan belum meraih kemenangan sejak 13 Desember.

Bagaimana dengan kontribusi Mastour? Statistiknya belum mampu menjawab harapan.

Ia baru tampil sembilan kali di liga tanpa mencetak gol maupun assist, serta satu kali di Coppa Serie C.

0 Komentar