“Karakter Tasikmalaya itu religius. Pendekatan seperti ini lebih efektif dibanding sekadar formalitas. Kami siap mendukung program positif Kodim,” katanya.
Komitmen itu diwujudkan melalui penyaluran ratusan paket sembako bagi kelompok rentan menjelang Ramadan.
Acara munggahan ini menjadi simbol bahwa sinergi umara, ulama, dan pengusaha di Kota Tasikmalaya tidak harus berhenti pada podium dan mikrofon.
Baca Juga:Tiga Hari Pemeriksaan PKB, Kota Tasikmalaya Himpun Lebih dari Rp203 Juta: Wujudkan Budaya Taat PajakSekolah Berdiri, Jalanya Masih Menggantung: Akses SMAN 11 Kota Tasikmalaya Ujian Negara Hadir
Ada aksi nyata, ada kepedulian sosial, dan ada pesan kuat bahwa keamanan dan keberkahan bisa berjalan beriringan.
Di tengah ritual munggahan yang sering kali hanya jadi agenda tahunan tanpa makna baru, langkah Kodim 0612 kali ini mencoba menghadirkan substansi: merajut ukhuwah, menguatkan solidaritas, dan memastikan Tasikmalaya memasuki Ramadan dengan suasana damai dan penuh empati sosial. (rezza rizaldi)
