“Kita sudah mencoba menyampaikan melalui Disparpora setelah rapat pleno, mengusulkan bonus untuk juara satu emas itu Rp 75 juta, medali perak Rp 50 juta, dan medali perunggu Rp 30 juta,” bebernya.
Erry berharap usulan tersebut mendapat perhatian pemerintah daerah. Pada Porprov sebelumnya, bonus medali emas sebesar Rp 50 juta.
“Mudah-mudahan ini menjadi atensi Pak Bupati. Karena bagaimanapun juga ini kan duta-duta Tasik. Perjuangan mereka panjang sekali, pengorbanannya banyak, prosesnya tidak mudah,” ungkapnya.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
Selain bonus, KONI juga mendorong perhatian jangka panjang terhadap masa depan atlet berprestasi agar tidak berpindah membela daerah lain.
“Agar tidak beralih ke daerah lain banyak cara. Tetapi ini menjadi salah satu catatan bagaimana atlet ini tidak pindah,” kata Erry.
Ia mengusulkan atlet peraih medali, khususnya emas, mendapat prioritas dalam program pemerintah daerah, seperti pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), penempatan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), atau pemberian beasiswa pendidikan.
Erry memohon kepada pemerintah daerah agar atlet yang berprestasi, khususnya yang mendapat medali emas, mendapat pertimbangan khusus bagi masa depan mereka. Apakah diangkat menjadi P3K, di BUMD, atau diberikan beasiswa.
Menurutnya, usulan tersebut selaras dengan program Bupati Tasikmalaya, seperti “Satu Desa Satu Sarjana” dan program beasiswa pendidikan.
“Kalau besok kami mengusulkan yang berprestasi inilah yang diprioritaskan, salah satunya untuk mendapatkan bantuan dari Pak Bupati,” tandasnya. (obi)
