TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi menegaskan seluruh dapur penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tasikmalaya wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Ketentuan tersebut dinilai penting untuk menjamin keamanan makanan sekaligus pengelolaan limbah agar tidak mencemari lingkungan.
Asep menekankan, setiap dapur MBG tidak hanya harus memenuhi standar kebersihan, tetapi juga wajib memiliki izin pengelolaan limbah yang jelas. Menurutnya, sertifikasi SLHS menjadi salah satu indikator utama bahwa dapur telah memenuhi syarat kesehatan dan sanitasi.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
Asep meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) sebagai pihak penerbit sertifikat agar melakukan verifikasi ketat sebelum mengeluarkan izin. Proses penilaian, kata dia, harus berdasarkan kondisi nyata di lapangan, bukan sekadar administrasi.
“Dinkes jangan sembarangan memberikan sertifikat jika persyaratan belum terpenuhi. Harus dicek langsung kondisi dapur dan pengelolaan limbahnya,” tegas Asep.
Selain itu, pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG juga diharapkan melibatkan berbagai pihak. Tidak hanya Badan Gizi Nasional (BGN), tetapi juga satuan tugas (satgas) yang dibentuk pemerintah daerah diminta aktif melakukan pemantauan secara berkala.
Ia menambahkan, pengawasan harus mencakup seluruh aspek, mulai dari perizinan, standar kebersihan dapur, kualitas serta kuantitas makanan, hingga dampak lingkungan sekitar.
“Lingkungan dapur harus benar-benar diperhatikan. Program nasional ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh semua pihak,” ujarnya.
Sebelumnya, masyarakat di Kecamatan Taraju dihebohkan dengan beredarnya video dugaan pembuangan limbah dapur MBG ke saluran air. Rekaman berdurasi 23 detik tersebut viral di media sosial dan memicu kekhawatiran warga.
Dalam video yang diunggah akun TikTok @ruang.baru7, terlihat cairan limbah mengalir langsung ke selokan di sekitar permukiman. Air yang awalnya jernih berubah menjadi keruh keputihan dan diduga menimbulkan bau menyengat.
Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Aldira Yusup Soroti Penutupan Tambang Emas: WPR Belum Dirasakan Rakyat!Anggota DPRD Jabar Arip Rachman Salurkan 2.500 kWh Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu di Tasikmalaya
Warga Desa Taraju mengaku terganggu dengan aroma tak sedap yang menyebar hingga ke kebun dan pekarangan rumah. Kondisi tersebut dinilai menghambat aktivitas sehari-hari, terutama saat berada di luar rumah.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kecamatan bersama instansi terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan sumber pencemaran, sekaligus mengevaluasi pengelolaan limbah dapur MBG.
