Sadia Satia Ngajaga: Cara Baru Menjaga Tasikmalaya Kota!

kapolres tasik kota
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto S.I.K M. H saat acara silaturahmi dengan Forkopimda, Kamis 12 Februari 2026. (radartasik.id)
0 Komentar

Andi tampak paham betul arti jabatan. Bukan sebagai posisi, tapi sebagai amanah. Ia menyebut Tasikmalaya sebagai kota yang akan sangat maju. Tapi kemajuan, katanya, tidak bisa berdiri sendiri.

Ia butuh keseimbangan. Ia butuh gotong royong. Karena itu, menurutnya, kota ini harus saling membuka mata. Komunikasi tidak boleh macet. Koordinasi tidak boleh tersumbat. Semua pihak harus duduk di meja yang sama, meski dengan kepentingan berbeda.

Ia meyakini satu hal sederhana tapi mendasar: keamanan dan kemajuan daerah pada akhirnya ditentukan oleh masyarakat itu sendiri. Polisi bukan pusatnya. Pemerintah bukan satu-satunya aktor. Mereka hanya pengawal.

Baca Juga:Di Balik Lapangan Padel Kota Tasikmalaya: Pemerintah yang Datang Belakangan (Part2)Izin Belum Tuntas, Sebagian Lapang Padel di Kota Tasikmalaya Diminta Berhenti Beroperasi

Pemerintahan, katanya, harus transparan. Mau membuka ruang komunikasi. Tidak alergi kritik. Tidak menutup pintu dialog. Sebab di kota yang komunikasinya tertutup, kecurigaan tumbuh lebih cepat daripada kepercayaan.

Jika komunikasi dan koordinasi berjalan beriringan, Andi yakin, program apa pun akan menemukan nadanya sendiri. Tidak saling bertabrakan. Tidak berjalan sendiri-sendiri. Tapi seirama. Semisi. Seimbang.

Soal geng motor, ia bicara apa adanya. Tawuran subuh-subuh, katanya, sering berawal dari miras dan knalpot. Kesadaran hilang. Emosi naik.

“Itu tanggung jawab kita semua,” tegasnya.

“Bukan hanya polisi. Bukan hanya pimpinan.” ungkapnya.

Ia memilih mendengar sebelum bertindak. Laporan polisi tidak harus datang ke kantor. Bisa online. Lewat aplikasi Bebeja Kapolres.

Tasikmalaya Kota, menurutnya, harus dijaga bersama. Acara ini bukan sekadar silaturahmi. Ini pengikat komitmen.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, ikut bicara. Ia menyampaikan permohonan maaf karena wali kota berhalangan hadir—sedang sakit.

“Sambutan saya panjang,” katanya sambil tersenyum.

“Isinya Tasik Pintar, Tasik Gemas, dan lain-lain. Kalau perlu, difotokopi saja.” Tamu tertawa. Suasana mencair.

Baca Juga:Kejari Garut Ringkus Tiga Tersangka Kasus Kredit Fiktif BPR BIJ GarutDi Balik Lapangan Padel Kota Tasikmalaya, Ada Bisik-Bisik "Oknum" (Part 1)

Diky menyebut Andi sebagai kapolres yang “takwa dan tampan”. Bukan soal wajah. Tapi soal watak. Karena bawahan, katanya, sangat tergantung pada sifat pimpinan.

Ia juga mengingatkan: Andi baru datang, tapi sudah disambut demo. Bahkan sempat didorong-dorong. Namun tidak pernah mengeluh. Tidak pernah menyeret keluarga ke cerita publik. “Itu luar biasa,” ujar Diky.

0 Komentar