RADARTASIK.ID – Isu tak sedap menerpa Real Madrid. Tuduhan keras datang dari Turki yang menyebut suasana ruang ganti Los Blancos tidak sehat dan berdampak pada perkembangan Arda Guler.
Sosok di balik pernyataan kontroversial itu adalah Serhat Pekmezci, mantan kepala pencari bakat tim muda Fenerbahce periode 2018–2021, yang dikenal sebagai salah satu mentor penting Guler sejak usia belia.
Melalui wawancara dengan Sports Digitale, Pekmezci menyinggung adanya intimidasi terhadap playmaker kelahiran 2005 tersebut.
Baca Juga:Diego Simeone Ganggu Rencana Inter Bawa Pulang Anak Dejan StankovicLegenda Inter Sarankan Juventus Beli Pemain Seperti Pirlo: Mereka Butuh Gelandang yang Punya Ide
Ia menilai tidak semua pemain di skuad Madrid menerima kehadiran Guler dengan tangan terbuka.
“Ada sekelompok pemain di sana yang belum bisa menerima Arda; sayangnya, mereka adalah pemain dengan ego yang terlalu besar,” ujar Pekmezci.
Pernyataan itu langsung memicu spekulasi tentang dinamika internal di Santiago Bernabeu.
Arda Guler bergabung dengan Real Madrid pada Juli 2023 setelah ditebus dari Fenerbahce dengan nilai transfer €20 juta atau sekitar Rp340 miliar (kurs €1 = Rp17.000), ditambah €10 juta atau sekitar Rp170 miliar dalam bentuk bonus.
Artinya, total potensi biaya transfernya mencapai €30 juta atau setara Rp510 miliar. Nilai tersebut menunjukkan betapa besar kepercayaan Madrid terhadap talenta muda Turki itu.
Namun menurut Pekmezci, perjalanan Guler di ibu kota Spanyol tidak sepenuhnya mulus. Meski begitu, ia menegaskan bahwa sang pemain tidak pernah mengeluh secara langsung.
“Bukannya dia mengeluh kepada saya, tetapi dia tahu itu akan terjadi. Saya menyuruhnya untuk bersabar,” kata Pekmezci.
Baca Juga:Aldo Serena: Jonathan David Harus Belajar Mencetak Gol seperti InzaghiLiga Super Berakhir, Javier Tebas Ledek Presiden Real Madrid
Pesan kesabaran itu dinilai penting mengingat Guler masih sangat muda dan tengah beradaptasi dengan tekanan klub sebesar Real Madrid.
Pekmezci bahkan menambahkan klaim lain yang tak kalah mengejutkan. Ia menyebut bahwa isu ruang ganti berpengaruh pada dinamika kepelatihan.
“Jürgen Klopp sudah mengatakan bahwa beberapa pemain harus pergi agar ia bisa datang. Itulah mengapa Xabi Alonso juga pergi,” ucapnya, tanpa memberikan detail tambahan.
Tak berhenti sampai di situ, Pekmezci juga membandingkan Real Madrid dengan Fenerbahce.
Ia menyatakan bahwa klub Turki tersebut tak kalah besar dari raksasa Spanyol itu.
