Ia menyoroti kedatangan Moussa Sidibe yang sebelumnya menjadi pilar Persis Solo, Privat Mbarga dari Bali United, serta sejumlah pemain asal Jepang seperti Yamamoto.
Kehadiran pemain-pemain tersebut dianggap membuat Bhayangkara memiliki kekuatan baru yang relatif siap pakai, tanpa harus melewati proses adaptasi panjang di kompetisi Indonesia.
Sebaliknya, Persebaya justru mendatangkan pemain yang masih membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri.
Kondisi itu membuat Bhayangkara FC dipandang sebagai lawan yang berbahaya.
Baca Juga:Komentar Bojan Hodak Usai Persib Kalah dari Ratchaburi FC, Siap Membalas di Stadion GBLA Komentar Bojan Hodak Atas Debut Layvin Kurzawa dan Sergio Castel di Persib Bandung Lawan Ratchaburi FC
Tavares pun masih mengingat pertemuan pertama kedua tim, ketika Persebaya nyaris membawa pulang kemenangan sebelum akhirnya harus puas dengan hasil imbang 1-1 akibat gol lawan di masa tambahan waktu lewat situasi lemparan ke dalam.
Kini, cerita baru akan ditulis di Gelora Bung Tomo.
Di tengah keterbatasan fisik dan tantangan lawan yang kian kuat, Persebaya kembali diuji—bukan hanya soal strategi, tetapi tentang daya tahan, mentalitas, dan keyakinan untuk terus melangkah maju.
