Masalah Kota Ini Bernama Komunikasi!

Wakil Wali Kota Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, saat menghadiri acara silaturahmi di Mapolres Tasikmalaya Kota, Kamis 12 Februari 2026. (radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ada kalimat yang terdengar ringan. Tapi jika dipikirkan pelan-pelan, ia berat. “Di Kota Tasik, salah satu masalah kita itu komunikasi.”

Kalimat itu meluncur santai dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra.

Tidak menggurui. Tidak menunjuk siapa-siapa. Disampaikan sambil tersenyum, Kamis siang, 12 Februari 2026, di halaman Mapolres Tasikmalaya Kota.

Baca Juga:Sadia Satia Ngajaga: Cara Baru Menjaga Tasikmalaya Kota!Di Balik Lapangan Padel Kota Tasikmalaya: Pemerintah yang Datang Belakangan (Part2)

Acara itu resmi. Silaturahmi Polres Tasikmalaya Kota dengan Forkopimda dan elemen masyarakat. Tajuknya panjang dan serius: memelihara situasi kamtibmas yang kondusif.

Tapi suasananya tidak kaku. Diky menghangatkannya. Ia bicara dengan gaya yang tidak asing bagi banyak orang Tasik. Jenaka. Mengalir. Sesekali melontarkan joke—candaan. Tamu tertawa. Tapi tidak kehilangan khidmat. Semua mendengarkan.

Lalu ia melanjutkan. Beberapa “perang”, katanya, sering kali bukan karena niat buruk. Bukan pula karena masalah besar. Tapi karena komunikasi yang tersendat. Salah dengar. Salah tafsir. Salah paham.

Ia tidak menyebut contoh. Tidak pula menyebut nama. Tidak vulgar. Tapi semua yang hadir tahu maksudnya.

Itulah kelebihan pelawak yang naik ke panggung pemerintahan. Ia tahu batas. Ia tahu kapan harus lucu. Kapan harus serius. Kapan harus berhenti.

Lelaki yang identik dengan iket Sunda itu seolah tahu betul, pesan yang terlalu keras justru sering tidak sampai. Maka ia memilih jalan lain: kata-kata sederhana, dibungkus tawa.

Panggung pun terasa lebih hidup. Di tengah isu kota yang tidak selalu ringan—dari persoalan sosial sampai kebijakan—Diky membuatnya bisa dibicarakan tanpa emosi. Tanpa ketegangan. Tanpa saling menyalahkan.

Baca Juga:Izin Belum Tuntas, Sebagian Lapang Padel di Kota Tasikmalaya Diminta Berhenti BeroperasiKejari Garut Ringkus Tiga Tersangka Kasus Kredit Fiktif BPR BIJ Garut

Mungkin benar. Kadang masalah sebuah kota bukan pada besarnya persoalan. Tapi pada kecilnya kemauan untuk saling bicara. Dan mendengar.

Hari itu, di halaman Mapolres, komunikasi setidaknya berjalan satu arah dengan baik.

Dan semua pulang dengan perasaan sedikit lebih ringan. (red)

0 Komentar