Camat Kawalu, Iing Sugriman, menilai keberadaan petani milenial sejalan dengan potensi wilayah Kawalu sebagai sentra hortikultura.
Hal itu juga menguatkan hasil pemetaan potensi wilayah dalam Musrenbang.
“Kawalu memang dipetakan sebagai kawasan hortikultura. Dengan adanya petani milenial, mudah-mudahan bisa membangkitkan motivasi masyarakat lain untuk ikut bergerak di sektor pertanian,” tambahnya.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menyebut keberhasilan Dea sebagai contoh nyata bahwa sektor pertanian masih sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik.
Baca Juga:Sebulan Menjabat, Kapolres Ungkap 15 Kasus Curanmor dan Belasan Kasus Narkoba di Kota TasikmalayaGentengisasi Prabowo Jadi Angin Segar, Industri Genteng di Priangan Timur Siap Bangkit dari Mati Suri
Ia berharap kisah petani muda ini bisa menjadi inspirasi luas bagi generasi milenial.
“Ini harus dipublikasikan agar menginspirasi anak-anak muda. Manfaatkan alam dan akal yang sudah Allah berikan. Ke depan, Tasikmalaya harus menuju agroindustri,” jelas Diky.
Menurutnya, jika produksi cabai dan komoditas hortikultura terus meningkat di Kota Tasikmalaya dan daerah sekitarnya, maka perlu dibarengi dengan pengembangan industri pengolahan seperti pabrik cabai, saus tomat, dan produk turunan lainnya.
“Targetnya bertahap. Sekarang kita manfaatkan dulu alam yang ada. Ternyata pertanian bisa mendongkrak ekonomi dan membuka harapan baru,” pesannya. (rezza rizaldi)
