TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Dari Kampung Babakanpala, Kelurahan Kersamenak, Kecamatan Kawalu, muncul kisah positif tentang ketekunan anak muda mengolah lahan pertanian.
Dea Nurhadi (34), petani milenial RT 1 RW 23, berhasil membuktikan bahwa bertani bukan sekadar pekerjaan warisan, tetapi bisa menjadi sumber penghidupan sekaligus inspirasi generasi muda di Kota Tasikmalaya.
Sejak memulai budidaya cabai pada awal September 2025, Dea telah melakukan panen hingga 22 kali. Dalam sepekan, panen dilakukan dua kali, setiap Senin dan Kamis.
Baca Juga:Sebulan Menjabat, Kapolres Ungkap 15 Kasus Curanmor dan Belasan Kasus Narkoba di Kota TasikmalayaGentengisasi Prabowo Jadi Angin Segar, Industri Genteng di Priangan Timur Siap Bangkit dari Mati Suri
Dari satu siklus panen, produksi cabai bisa mencapai sekitar 1,6 kuintal per minggu.
“Sekarang sudah petikan kedua. Kalau dihitung sejak awal tanam, sudah lebih dari 20 kali panen. Alhamdulillah hasilnya stabil,” kata Dea, Selasa (11/2/2026).
Lahan yang saat ini produktif untuk cabai mencapai sekitar 150 bata, sementara total lahan yang ia kelola sekitar 1,5 hektare dan masih dalam proses pengembangan.
Menurut Dea, awal terjun ke dunia pertanian pada 2019 lalu dilatarbelakangi keresahan melihat lahan milik keluarganya yang kurang produktif.
“Daripada dibiarkan, saya coba kelola supaya jadi lahan produktif. Harapannya bisa menginspirasi anak-anak muda supaya tidak malu bertani,” terangnya.
Upaya Dea tidak hanya berdampak pada produksi pertanian, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran.
Tahun ini, kebunnya telah dikunjungi empat sekolah dari luar daerah, termasuk dari Ciamis dan Tasikmalaya.
Baca Juga:Positif Tipes Usai Rakor di Jakarta, Wali Kota Tasikmalaya Jalani Bedrest TotalBPJS Belum Masuk, RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Tetap Jalankan Layanan Stunting
lahannya juga jadi lokasi praktik lapangan bagi siswa dan peserta program pertanian, termasuk yang akan berangkat ke Jepang.
Menariknya, seluruh aktivitas pertanian yang dijalankan Dea dilakukan secara mandiri tanpa menyentuh APBD.
Ia berharap ke depan semakin banyak anak muda yang tertarik menekuni pertanian sebagai jalan hidup.
“Usaha pertanian bisa jadi sumber penghidupan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar,” katanya.
Ketua RW 23 Kersamenak, Candra Dewi, mengaku bangga dengan capaian petani milenial di wilayahnya.
Menurutnya, keberhasilan Dea menjadi fenomena positif bagi lingkungan RW.
“Saya sebagai Ketua RW merasa bangga. Ini bisa menjadi contoh dan motivasi bagi warga lain, khususnya anak muda, supaya mau ikut terjun ke bidang pertanian,” tuturnya.
