Mahasiswa Soroti Efektivitas Program Kartu Berdaya Pemkot Banjar

kartu berdaya kota banjar
Ketua GMNI Kota Banjar Septian Lestari usai memberikan sertifikat kepada Wali Kota Banjar H Sudarsono. (ist)
0 Komentar

Pemerintah seolah terjebak dalam rutinitas seremonial dan administratif, tanpa ada terobosan atau inovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat bawah. Seharusnya menjadi era baru bagi kebangkitan ekonomi. Namun, realitanya Kota Banjar hari ini terasa seperti kota yang “mati suri”.

“Kota Banjar merayakan hari jadinya ke-23. Usia yang seharusnya mencerminkan kematangan, kemandirian, dan kesejahteraan,” tegasnya.

Namun, ironis, hadiah yang diberikan kepemimpinan B1 dan B2 di tahun pertama mereka justru berupa kado pahit, krisis fiskal, birokrasi yang korup dan pengangguran yang mencekik.

Baca Juga:Masalah Kota Ini Bernama Komunikasi!Sadia Satia Ngajaga: Cara Baru Menjaga Tasikmalaya Kota!

Wali Kota Banjar H Sudarsono mengaku siap merespon masukan dari aliansi pemuda agar roda pemerintahan berjalan dengan baik.

“Kita akan bekerja keras dan berpangku tangan menyelesaikan permasalahan yang ada, salah satunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat meski dengan APBD yang minim,” ujarnya. (Anto Sugiarto)

0 Komentar