“Saya akan membahas berbagai topik secara terbuka: tantangan sepak bola profesional, tata kelola, arbitrase, pembajakan, dan tentu saja kasus Negreira. Dan juga apa yang paling mengganggu sebagian orang: presiden Real Madrid, Florentino Pérez,” ucap Tebas blak-blakan.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab institusional berarti berkata jujur kepada publik.
“Jangan berbicara kepada saya tentang tanggung jawab institusional. Tanggung jawab institusional adalah mengatakan yang sebenarnya. Jika Anda berbohong atau tidak mengatakan kebenaran, pelanggaran serius pada akhirnya akan terjadi, dan saat itu sudah terlambat,” tegasnya.
Baca Juga:Chivu Paksa Calhanoglu Tampil Lawan JuventusLazio Lolos ke Semifinal Coppa Italia, Sarri Sanjung Daniel Maldini
Terkait kasus Negreira yang menyeret Barcelona, Tebas menyebut bahwa persoalan paling serius dalam sepak bola bukanlah kasus tersebut, melainkan praktik jual beli pertandingan.
“Yang paling serius adalah pengaturan skor. Itu yang paling berbahaya. Dan bagaimana posisi Florentino Pérez serta para pemimpinnya? Cari di tempat lain,” sindirnya lagi.
Ia bahkan menyinggung kasus lama yang melibatkan Hercules pada 2010, mempertanyakan sikap Real Madrid kala itu.
“Siapa yang tidak mendukung pembukaan berkas terhadap Hercules? Tanyakan kepada presiden Hercules. Sekarang mereka memberikan pelajaran tentang integritas,” katanya.
Dengan Liga Super yang kian meredup dan hubungan LaLiga dengan Real Madrid kembali memanas, perseteruan Tebas dan Pérez tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Sepak bola Spanyol pun kembali diramaikan oleh pertarungan opini di luar lapangan, yang tak kalah panas dari persaingan di atas rumput hijau.
