Legenda Inter Sarankan Juventus Beli Pemain Seperti Pirlo: Mereka Butuh Gelandang yang Punya Ide

Aldo Serena
Aldo Serena Foto: Tangkapan layar Instagram@inter
0 Komentar

“Sekarang Juventus harus menemukan gelandang komplet, bukan sekadar pemain yang rajin menusuk. Mereka membutuhkan gelandang yang punya ide dan kreativitas,” tegasnya.

Serena bahkan menyebut bahwa tipe pemain seperti Andrea Pirlo sangat dibutuhkan, meski ia sadar perbandingan tersebut tidak mudah.

“Perbandingan dengan Pirlo memang tidak pantas bagi siapa pun. Tapi secara tipe permainan, sosok seperti itulah yang dibutuhkan,” ujarnya.

Baca Juga:Chivu Paksa Calhanoglu Tampil Lawan JuventusLazio Lolos ke Semifinal Coppa Italia, Sarri Sanjung Daniel Maldini

Ucapan itu menjadi sinyal jelas bahwa Juventus memerlukan seorang regista sejati—gelandang yang mampu mengontrol tempo, membaca permainan, dan menciptakan peluang lewat visi serta akurasi umpan.

Tanpa sosok semacam itu, permainan Bianconeri dinilai akan sulit berkembang ke level yang lebih tinggi.

Dengan persaingan Serie A yang semakin ketat, Juventus tidak hanya membutuhkan stabilitas, tetapi juga kreativitas di lini tengah.

Bagi Serena, membeli atau mengembangkan gelandang dengan karakter “punya ide” adalah langkah krusial jika Si Nyonya Tua ingin kembali menjadi kekuatan dominan di Italia maupun Eropa.

Perjalanan Aldo Serena bersama Inter Milan merupakan periode paling gemilang dalam kariernya.

Serena bergabung dengan Inter pada 1987 setelah sempat membela sejumlah klub Italia, termasuk Juventus dan AC Milan.

Namun justru di Inter-lah ia menemukan puncak performanya sebagai penyerang.

Musim 1988/1989 menjadi momen emasnya. Di bawah asuhan Giovanni Trapattoni, Inter tampil dominan dan menjuarai Serie A dengan rekor poin yang luar biasa pada era dua poin untuk kemenangan.

Baca Juga:Camarda Bantah Akan Gabung Inter Milan: Cinta Saya ke Milan Tidak Bisa DipertanyakanAC Milan Bakal Kantongi Duit Rp1,7 Triliun dari Pemain Buangan

Serena menjadi mesin gol utama tim dan keluar sebagai top skor Serie A dengan 22 gol. Ketajamannya saat itu menjadikannya salah satu striker paling ditakuti di Italia.

Inter musim itu dikenal dengan kekuatan kolektif yang solid, diperkuat trio Jerman—Lothar Matthäus, Andreas Brehme, dan Jürgen Klinsmann.

Meski bersaing dengan Klinsmann di lini depan, Serena tetap mampu menjadi finisher utama dan sosok kunci dalam perebutan Scudetto.

Selain gelar Serie A, Serena juga membantu Inter memenangkan Piala Super Italia (Supercoppa Italiana) pada 1989.

Secara keseluruhan, periode 1987–1991 di Inter menjadi fase terbaik dalam karier Serena.

0 Komentar