”Satu orang afiliator akan menjadi salah satu tulang punggung keluarganya,” ungkapnya dalam siaran pers yang diterima Radartasik.id.
Deputy Director of Public Affairs Shopee Indonesia, Radynal Nataprawira, menambahkan bahwa melalui program ini, Shopee tidak hanya berbagi pengetahuan terkait affiliate marketing, tetapi juga berperan aktif dalam memperkuat kapasitas lembaga pelatihan vokasi di seluruh Indonesia.
Pelatihan ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman komprehensif mengenai praktik affiliate marketing, tetapi juga menjadikan instruktur sebagai penggerak utama dalam menyebarkan pengetahuan tersebut ke berbagai daerah.
Baca Juga:Review Drama Korea Our Universe: Gagal Menyentuh Hati Penonton?BPJS Ketenagakerjaan Dapat Predikat Badan Publik Informatif 2025, Apa yang Membuatnya Unggul?
Menurut dia, program ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang Kemnaker untuk mendukung pengembangan keterampilan digital di Indonesia, khususnya dalam mempersiapkan talenta yang relevan dengan kebutuhan ekonomi digital saat ini.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, Shopee menargetkan hingga akhir tahun 2026, sebanyak 1.000 peserta akan mengikuti pelatihan Shopee Affiliate.
Program ini tidak hanya bertujuan memperluas jangkauan ke lebih banyak balai pelatihan vokasi, tetapi juga mempercepat penguatan kapasitas instruktur untuk mengajarkan keterampilan digital secara lebih merata di seluruh Indonesia, tidak hanya di kota besar.
Sejak diluncurkan pada 2021, Kampus UMKM Shopee telah memberikan lebih dari 350.000 jam pelatihan kepada jutaan UMKM di Indonesia.
Shopee juga telah mengembangkan lebih dari 400 modul pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha, dengan Shopee Affiliate sebagai salah satu materi unggulan.
Program ini terus berkembang dan menjadi salah satu solusi yang membuka alternatif penghasilan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja.
Melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, Kemnaker dan Shopee berharap untuk mempercepat pengembangan kompetensi tenaga kerja Indonesia yang lebih adaptif dan berdaya saing.
Baca Juga:Jangan Sekadar Pelatihan, Menaker Yassierli Minta BLK Memastikan Peserta Bisa BekerjaJangan Terjebak di Zona Nyaman: Tanpa Belajar Keterampilan Baru, Kamu Bisa Tersingkir!
Selain itu, program ini juga bertujuan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan. (rls)
