BEKASI, RADARTASIK.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Shopee Indonesia meluncurkan program Training of Trainers (ToT) Shopee Affiliate untuk membekali 100 instruktur Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) dengan keterampilan digital marketing dan strategi affiliate yang relevan dengan perkembangan industri e-commerce.
Pelatihan yang berlangsung pada 11-13 Februari 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital di masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru melalui pembelajaran yang dapat diterapkan di seluruh Indonesia.
Program ini merupakan bagian dari upaya Kemnaker untuk memperkuat peran BPVP sebagai lembaga yang mengajarkan keterampilan baru yang dibutuhkan oleh dunia kerja saat ini.
Baca Juga:Review Drama Korea Our Universe: Gagal Menyentuh Hati Penonton?BPJS Ketenagakerjaan Dapat Predikat Badan Publik Informatif 2025, Apa yang Membuatnya Unggul?
Para peserta yang terdiri dari instruktur BPVP yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, akan mendapatkan pelatihan langsung dari pengajar Shopee Affiliate yang telah tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Materi pelatihan meliputi berbagai aspek digital marketing, dengan fokus pada pengembangan keterampilan affiliate marketing yang semakin populer di ekosistem e-commerce.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa program ToT ini dirancang untuk memastikan para instruktur tidak hanya memahami konsep dasar affiliate marketing, tetapi juga dapat mengajarkan keterampilan tersebut secara praktis di lembaga pelatihan masing-masing.
Ia berharap pelatihan Kemnaker dan Shopee ini dapat memberikan dampak yang signifikan bagi generasi muda dan pencari kerja, membuka peluang usaha, serta menciptakan sumber penghasilan mandiri.
Menurut Yassierli, dampak positif dari program ToT ini tidak hanya terbatas pada para peserta yang langsung terlibat dalam pelatihan.
Ia menekankan bahwa instruktur yang dilatih dapat menularkan pengetahuan kepada peserta pelatihan lainnya, seperti siswa BLK dan masyarakat di daerah mereka.
Dalam konteks ini, ia menggambarkan betapa pentingnya dampak berantai yang dapat tercipta.
Baca Juga:Jangan Sekadar Pelatihan, Menaker Yassierli Minta BLK Memastikan Peserta Bisa BekerjaJangan Terjebak di Zona Nyaman: Tanpa Belajar Keterampilan Baru, Kamu Bisa Tersingkir!
Satu keterampilan yang diajarkan dengan baik bisa memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, bahkan hingga ribuan orang dalam satu keluarga.
Menurut Yassierli, jika seorang instruktur berhasil melatih 600 orang affiliate marketer, dan setiap affiliate marketer mendukung keluarga beranggotakan empat orang, maka program ini dapat memberikan dampak langsung kepada 2.400 orang.
