Jika Atlético bergerak dengan tawaran besar atau proyek jangka panjang yang menarik, situasi bisa menjadi rumit.
Bagi Inter, ancaman ini jelas tidak bisa dianggap remeh. Meski memiliki hak pembelian kembali, klub tetap harus mempertimbangkan aspek finansial dan perencanaan skuad.
Mengeluarkan hampir Rp400 miliar tentu bukan keputusan kecil, apalagi jika ada klub lain yang siap memberi kontrak lebih menggiurkan kepada sang pemain.
Aleksandar Stankovic sendiri kini berada di persimpangan penting dalam kariernya.
Baca Juga:Liga Super Berakhir, Javier Tebas Ledek Presiden Real MadridChivu Paksa Calhanoglu Tampil Lawan Juventus
Di satu sisi, kembali ke Inter berarti mengikuti jejak sang ayah dan berpeluang mengukir sejarah di klub yang sudah menjadi bagian dari keluarganya.
Di sisi lain, kesempatan dilatih Simeone di Atlético Madrid bisa menjadi tantangan baru yang tak kalah menarik.
Musim panas nanti dipastikan akan menjadi momen krusial. Inter memiliki keunggulan administratif, tetapi Atlético datang dengan ambisi dan daya tarik kompetitif.
Perebutan tanda tangan “pewaris” Dejan Stankovic ini pun berpotensi menjadi salah satu saga transfer paling menarik dalam beberapa bulan ke depan.
