Yang pasti, praktik abu-abu ini menciptakan ketidakadilan. Pengusaha yang patuh justru tertinggal. Yang berani mengambil risiko malah lebih cepat menuai hasil.
Dan di tengah semua itu, masyarakat hanya melihat satu hal: aturan bisa dinegosiasikan.
Padel akan terus berkembang. Investasi akan terus datang. Tapi tanpa ketegasan sejak a wal, kota ini akan terus mengulang cerita yang sama.
Baca Juga:Izin Belum Tuntas, Sebagian Lapang Padel di Kota Tasikmalaya Diminta Berhenti BeroperasiKejari Garut Ringkus Tiga Tersangka Kasus Kredit Fiktif BPR BIJ Garut
Cerita tentang bangunan yang lebih dulu berdiri, dan pemerintah yang selalu tiba setelah semuanya terjadi. (red)
