Dalam kesempatan tersebut, Yassierli juga menekankan pentingnya peran sistem informasi pasar kerja yang akurat dan tepat sasaran.
Kemnaker berencana untuk lebih memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi pelatihan dan penyerapan tenaga kerja.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, mengungkapkan bahwa tingkat kepatuhan perusahaan dalam melaporkan lowongan kerja sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2023 masih sangat rendah, yakni di bawah 10 persen.
Baca Juga:Kemnaker dan Shopee Latih 100 Instruktur BLK, Buka Peluang Baru dalam Digital Marketing dan AffiliateReview Drama Korea Our Universe: Gagal Menyentuh Hati Penonton?
Oleh karena itu, Kemnaker mengajak seluruh kementerian dan lembaga yang memiliki jejaring dengan perusahaan untuk mendorong mereka agar melaporkan lowongan pekerjaan melalui platform SIAPkerja atau Karirhub.
Menurut Cris, penguatan kolaborasi antara sektor pemerintah dan perusahaan sangat penting agar kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif dapat terwujud secara efektif, dengan memaksimalkan penyebaran informasi lowongan kerja dan pelatihan bagi penyandang disabilitas.
Sementara itu, dalam acara yang sama, Kemnaker juga meraih peringkat pertama dalam kategori Kementerian/Lembaga dengan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Wanita terbanyak, sebuah pencapaian yang menunjukkan kemajuan dalam hal kesetaraan gender di sektor ketenagakerjaan. (rls)
