Sekolah Duluan Dibuka, Jalan Menyusul: DPRD Soroti Akses Berbahaya ke SMA Negeri 11 Kota Tasikmalaya

akses jalan berbahaya SMA Negeri 11 Kota Tasikmalaya
Kondisi jalan setapak belakang sekolah yang biasa digunakan siswa. Ayu Sabrina / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Kini, kondisi itu menjadi pekerjaan rumah bersama. Sekolah sudah berdiri, siswa sudah belajar, sehingga persoalan akses tidak bisa lagi ditunda.

Hilman menegaskan, penyediaan jalan menuju sekolah harus menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan.

DPRD dan Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata dia, akan mengupayakan pendekatan kekeluargaan dengan pemilik lahan, mengingat lahan sekolah sebelumnya juga diperoleh melalui mekanisme hibah.

Baca Juga:Mohon Doanya: Mantan Wali Kota Tasikmalaya H Syarif Hidayat Jalani Operasi di BandungTabrakan Beruntun di Cicariang Kota Tasikmalaya, Avanza Diseruduk SUV hingga Etalase Bakso Pecah

“Kalau akses jalannya bisa dihibahkan lagi, pemerintah tinggal menyiapkan anggaran pembangunan jalannya, dengan pembagian peran antara kota dan provinsi,” jelasnya.

Namun jika tidak, pembebasan lahan menjadi opsi terakhir. Persoalan akses ini kini menjadi sorotan publik karena kondisi di lapangan dinilai memprihatinkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, SMA Negeri 11 Kota Tasikmalaya yang beralamat di Jalan Gunung Cihcir, Rancsengang, Kecamatan Bungursari, berada di kawasan yang terisolasi oleh lahan pribadi dan aktivitas pertambangan.

Akses utama menuju sekolah terhalang area galian pasir dan tanah perseorangan sehingga tidak tersedia jalan umum yang layak.

Siswa dan guru terpaksa melintasi jalan sempit kawasan perumahan atau melewati jalur tambang yang berisiko tinggi.

Jalur tersebut kerap dipasangi portal, berlumpur saat hujan, berdebu saat kemarau, serta dilalui kendaraan berat pengangkut pasir.

Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran orang tua siswa. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat mencari ilmu justru mengharuskan murid berjibaku dengan medan tambang setiap hari.

Baca Juga:KemenHAM Turun ke Kota Tasikmalaya, Child Grooming Content Creator Jadi Alarm Keras Perlindungan AnakKampung Sosial Tanpa APBD Hadir di Kota Tasikmalaya, Kang Sule dan Paras Lur Jadi Senjata Lawan Kemiskinan

Pernyataan DPRD Kota Tasikmalaya bahwa akses seharusnya tersedia sebelum sekolah dibuka menjadi refleksi kritis atas perencanaan pendidikan.

Di satu sisi, kebutuhan masyarakat mendorong percepatan pembukaan sekolah.

Di sisi lain, keterlambatan penyediaan infrastruktur dasar menempatkan siswa dan guru dalam situasi yang jauh dari kata aman.

Sekolah sudah berdiri, belajar sudah berjalan. Tinggal satu yang tertinggal: jalannya. (ayu sabrina barokah)

0 Komentar