CIAMIS, RADARTASIK.ID – Hampir satu tahun Pemerintahan Kabupaten Ciamis berjalan tanpa Wakil Bupati. Di tengah kekosongan tersebut, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyatakan sudah membutuhkan kehadiran Wakil Bupati untuk membantu menjalankan roda pemerintahan.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Ciamis Pipin Arip Apilin menyebut partai-partai politik yang tergabung dalam Koalisi Ciamis Maju (KCM), pengusung pasangan Herdiat Sunarya–almarhum Yana D Putra, kini intens membahas pengisian kursi Wakil Bupati.
Menurutnya, Bupati telah membuka ruang bagi partai koalisi untuk mengajukan nama calon.
Baca Juga:Sekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 PejabatGP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Kuatkan Kader, Gelar Konsolidasi Organisasi di Enam Zona
“Tentunya kita saat ini terus berkomunikasi untuk pengusulan nama-nama yang nantinya ke Bupati. Sehingga tidak mungkin semua partai politik Koalisi mengusulkan 10 nama ke Bupati, karena bisa bingung,” katanya kepada wartawan, Selasa (10/2/2026).
Sesuai mekanisme, partai koalisi akan menyaring kandidat hingga tersisa dua nama bakal calon Wakil Bupati untuk diajukan kepada Bupati sebelum diproses di DPRD.
“Khusus dari Partai Gerindra Kabupaten Ciamis ingin juga ada masukkan dari Bupati dan masyarakat, siapa sih yang bakal calon Wakil Bupati Ciamis yang diinginkan. Nantinya di DPRD tinggal menjalankan pemilihan saja,” ujarnya.
Pipin menargetkan dua nama tersebut sudah diusulkan paling lambat Juni 2026. Ia menilai, jika melewati batas waktu itu, masa efektif pemerintahan akan semakin pendek karena hanya tersisa sekitar 3,5 tahun.
“Kalau sekarang setiap partai politik koalisi sudah memiliki masing-masing nama-nama, baik kader sendiri atau luar kader silahkan yang intinya benar-benar dibutuhkan masyarakat. Insyaallah bulan depan (Maret 2026, Red) dan mudah-mudahan sebelum Juni 2026 sudah mengusulkan dua nama bakal calon Wakil Bupati Ciamis ke Bupati Ciamis,” katanya.
Terkait soliditas Koalisi Ciamis Maju, Pipin memastikan koalisi tetap kompak. Namun, ia mengakui dinamika politik tetap ada, termasuk pertimbangan jangka panjang menuju Pilkada 2029. Pasalnya, figur yang terpilih bisa memberi keuntungan politik bagi partai tertentu pada kontestasi mendatang.
“Makanya kita sepakat partai politik koalisi, siapa nanti di dorong dua orang diusulkan ke Bupati Kabupaten Ciamis. Nantinya Bupati Kabupaten Ciamis mengusulkan ke DPRD Kabupaten Ciamis,” ujarnya.
