BPJS Belum Masuk, RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Tetap Jalankan Layanan Stunting

RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya belum terdaftar BPJS
Kadinkes Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriyana memantau pelayanan rujukan kasus balita stunting oleh dokter spesialis anak di RSUD Dewi Sartika, Selasa (10/2/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID

RSUD Dewi Sartika yang berada di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, hingga kini masih belum terkoneksi dengan BPJS Kesehatan.

Artinya, rumah sakit milik pemerintah itu belum bisa melayani pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), meski sudah beroperasi selama dua tahun.

Rumah sakit tersebut dibangun sejak 2016, pada masa kepemimpinan Wali Kota Tasikmalaya saat itu, Budi Budiman.

Baca Juga:Belasan Korban Aplikasi MBA Lapor Polres Tasikmalaya Kota, Kerugian Beragam Mohon Doanya: Mantan Wali Kota Tasikmalaya H Syarif Hidayat Jalani Operasi di Bandung

Gedungnya sudah berdiri, pegawainya sudah lengkap, aktivitas pelayanan pun berjalan. Namun satu hal yang masih hilang: izin kerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Di lapangan beredar kabar, tersendatnya kerja sama itu disebabkan RSUD tipe D tersebut belum memiliki mesin ventilator.

Alat vital senilai sekitar Rp450 juta itu disebut-sebut sempat dianggarkan dalam APBD Perubahan 2025, namun tidak terserap.

Namun Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra Hendriana, membantah kabar tersebut.

Ia menegaskan, sejak dirinya dilantik pada 31 Oktober 2025, tidak ada anggaran pembelian ventilator dalam dokumen perencanaan.

“Setahu saya sejak saya dilantik 31 Oktober, tidak ada RKA yang berkaitan dengan pengadaan ventilator itu,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).

“Kalau memang gagal beli atau gagal lelang, pasti muncul di laporan keuangan. Tapi di laporan kami tidak ada. Berarti informasi itu kurang valid,” sambungnya.

Baca Juga:Tabrakan Beruntun di Cicariang Kota Tasikmalaya, Avanza Diseruduk SUV hingga Etalase Bakso PecahKemenHAM Turun ke Kota Tasikmalaya, Child Grooming Content Creator Jadi Alarm Keras Perlindungan Anak

Menurut Asep, saat ini proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan masih harus menunggu perubahan anggaran.

Ia menyebut kemungkinan pengadaan alat bisa dilakukan jika ada kebijakan pergeseran anggaran dari pemerintah kota.

“Kami prinsipnya di Dinas Kesehatan dan RSUD Dewi Sartika berupaya memenuhi semua persyaratan. Untuk peralatan memang butuh anggaran, itu di luar kewenangan kami langsung. Tapi untuk administrasi, dokumen, dan kalibrasi alat, semuanya terus kami lengkapi,” terangnya.

Ia mengklaim progres kerja sama dengan BPJS Kesehatan menunjukkan tren positif.

Bahkan, BPJS Kesehatan sudah kembali melakukan kunjungan dan menyatakan ada kemajuan dibandingkan sebelumnya.

“Kemarin BPJS datang lagi, sudah ada perubahan, sudah ada kemajuan. Sekarang sudah dilakukan kalibrasi alat, surat-suratnya dilengkapi. Progresnya ke arah lebih baik,” ungkapnya.

Meski belum bisa melayani pasien BPJS, RSUD Dewi Sartika tetap menjalankan sejumlah kegiatan pelayanan kesehatan.

0 Komentar