Belasan Korban Aplikasi MBA Lapor Polres Tasikmalaya Kota, Kerugian Beragam 

korban aplikasi MBA lapor Polres Tasikmalaya Kota
Korban dugaan investasi bodong MBA saat mengantre laporan di Kantor Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (10/2/2026). Istimewa for Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Impian kaya lewat layar ponsel kembali berujung laporan polisi.

Belasan warga yang mengaku menjadi korban dugaan investasi bodong aplikasi MBA mendatangi Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (10/2/2026).

Mereka melaporkan dugaan penipuan investasi yang disebut-sebut memiliki basecamp di wilayah Kota Tasikmalaya.

Baca Juga:Mohon Doanya: Mantan Wali Kota Tasikmalaya H Syarif Hidayat Jalani Operasi di BandungTabrakan Beruntun di Cicariang Kota Tasikmalaya, Avanza Diseruduk SUV hingga Etalase Bakso Pecah

Para korban datang beramai-ramai, membawa cerita yang seragam: iming-iming cuan cepat, bonus berlapis, dan janji saldo yang tak pernah benar-benar bisa ditarik.

Kerugian para korban bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah.

Dari modal receh sampai tabungan hidup, semuanya masuk ke aplikasi yang kini hanya menyisakan angka di layar.

Salah satu korban, Hendi Riswandi (33), warga Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya, mengaku awalnya diajak oleh keluarga sendiri.

“Awalnya mah teu percaya, takut penipuan. Tapi karena yang ngajak masih keluarga, akhirnya ikut daftar,” ujar Hendi di Mapolres Tasikmalaya Kota.

Hendi memulai dengan deposit kecil di bawah Rp500 ribu.

Skema yang dijanjikan cukup menggoda: penghasilan harian Rp15 ribu. Beberapa hari kemudian, ia tergoda naik level.

“Naik ke Rp4,5 juta, terus ke Rp13,5 juta. Katanya penghasilan per hari bisa Rp450 ribu,” katanya.

Baca Juga:KemenHAM Turun ke Kota Tasikmalaya, Child Grooming Content Creator Jadi Alarm Keras Perlindungan AnakKampung Sosial Tanpa APBD Hadir di Kota Tasikmalaya, Kang Sule dan Paras Lur Jadi Senjata Lawan Kemiskinan

Namun sejak naik level, janji penghasilan itu tak pernah benar-benar menjadi uang tunai. Saldo memang muncul di aplikasi, tetapi tak bisa ditarik.

“Saldo ada, tapi enggak pernah bisa ditarik. Dari Januari sampai sekarang Februari, belum pernah cair sama sekali,” bebernya.

Hendi juga sempat mendatangi basecamp yang disebut sebagai kantor aplikasi MBA.

Lokasinya berada di kawasan wilayah Kota Tasikmalaya.

“Awalnya disebut basecamp, sekarang katanya kantor. Di sana tempat ngobrol sama orang MB,” ujarnya.

Menurut Hendi, jaringan aplikasi MBA tidak hanya berhenti di Kota Tasikmalaya. Ia menyebut ada alur yang tersambung hingga Pangandaran.

“Yang bertanggungjawab di Tasik katanya juga ikut ke atasannya di Pangandaran,” katanya.

Merasa yakin karena ada pertemuan langsung, Hendi bahkan mengajak anggota keluarganya ikut bergabung.

Istri, mertua, hingga orang tua ikut didepositkan dengan nominal bervariasi.

0 Komentar