Penampilan gemilang tersebut mengantarkannya meraih gelar Pemain Terbaik Serie A, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain paling dominan di Eropa.
Sejak periode itu, Ronaldo tidak lagi dipandang sekadar sebagai penyerang cepat dan kuat.
Ia berkembang menjadi striker komplet, mampu mencetak gol dengan berbagai cara: dribel, kecepatan, kekuatan fisik, hingga penyelesaian akhir yang klinis.
Baca Juga:Ogah Naikkan Gaji, Inter Tak Takut Jika Calhanoglu HengkangDitonton Francesco Totti, AS Roma Sikat Cagliari dan Ancam Posisi Juventus
Kombinasi inilah yang membuat publik Italia—yang terkenal kritis—memberinya julukan abadi: Ronaldo sang Fenomena.
Meski masih berusia 16 tahun, Antonio Arena sudah menjadi aset berharga Roma.
Investasi pada Arena jelas lebih menekankan nilai jangka panjang ketimbang angka besar di bursa transfer.
Dengan talenta, mentalitas, dan bimbingan yang tepat, Roma berharap Arena bisa tumbuh menjadi bintang masa depan Giallorossi.
