Siapa Antonio Arena? Striker Muda AS Roma yang Mengidolai Ronaldo sang Fenomena

Antonio Arena
Antonio Arena Foto: Tangkapan layar Instagram@officialasroma
0 Komentar

Langkah itu terbukti krusial, karena membuka jalan bagi Roma untuk bergerak lebih cepat dibanding klub-klub besar Serie A lainnya.

Direktur olahraga Roma, Frederic Massara, menjadi sosok kunci yang langsung merekrut Arena dan membawanya ke ibu kota.

Roma memilih jalur pembinaan bertahap, menempatkannya di tim Primavera. Hasilnya cukup menjanjikan: lima gol dari 12 penampilan, sebelum akhirnya Gasperini memberinya kesempatan tampil bersama tim utama.

Di level internasional, Arena juga menjadi andalan Timnas Italia U-17.

Baca Juga:Ogah Naikkan Gaji, Inter Tak Takut Jika Calhanoglu HengkangDitonton Francesco Totti, AS Roma Sikat Cagliari dan Ancam Posisi Juventus

Penyerang bertubuh kuat dengan naluri gol alami ini berperan penting membawa Azzurrini finis di peringkat ketiga Piala Dunia U-17, hasil terbaik Italia di turnamen tersebut.

Ia menyumbang dua gol dan dua assist dalam perjalanan itu.

Usai mencetak gol melawan Torino, Arena mengungkapkan emosinya.

“Itu perasaan yang luar biasa, salah satu yang tidak akan pernah saya lupakan. Saya sempat gugup, tapi ketika masuk lapangan saya hanya berpikir untuk bermain,” ujarnya.

Ia juga menyebut Gian Piero Gasperini sebagai sosok penting dalam perkembangannya.

“Saya banyak belajar darinya. Dia pelatih hebat yang telah mengembangkan banyak pemain top. Saya ingin terus bekerja keras dan berharap bisa bermain lagi,” tambahnya,

Soal idola, Arena tak ragu menyebut mantan pemain Inter Milan asal Brasil, Ronaldo Nazario yang pernah menggemparkan Serie A.

“Ronaldo Fenomena adalah striker komplet. Saya suka menyerang dari kedalaman dan belajar dari banyak penyerang, termasuk Dovbyk, Dybala, dan Soulé di Roma,” katanya.

Julukan “Fenomena” pada Ronaldo Nazario bukan muncul tanpa alasan.

Baca Juga:Media Italia: Inter Milan Ingin Curi Weston McKennie dari JuventusGasperini Gabung De Rossi Kecam Wasit Serie A: Sepak Bola Seperti Ini Tidak Kami Sukai

Sebutan itu pertama kali lahir di Italia, dari publik dan media yang menyebutnya “il Fenomeno”, saat sang striker Brasil memulai petualangannya di Serie A.

Pada musim pertamanya, Ronaldo langsung menunjukkan kemampuan luar biasa dengan beradaptasi cepat terhadap keras dan taktisnya sepak bola Italia.

Ia menutup musim debutnya dengan torehan 25 gol di Serie A, sebuah pencapaian langka bagi pemain asing, terlebih dengan gaya bermain yang begitu eksplosif.

0 Komentar