“Ini akses utama Tasikmalaya–Pangandaran. Perbaikan harus segera dan bersifat permanen. Jalur ini sangat penting bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Kami berharap pemerintah kabupaten dan provinsi segera turun tangan,” tegas Iyam di lokasi.
Meski kerusakan cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena titik longsor berada jauh dari permukiman padat. Proses pembersihan material sempat dihentikan sementara pada malam hari akibat cuaca buruk dan minimnya penerangan.
Petugas berencana melanjutkan evakuasi pada Selasa pagi (10/2/2026) dengan mempertimbangkan kondisi cuaca. Warga diminta menggunakan jalur alternatif serta tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan mengingat curah hujan masih tinggi. (ujg)
