Muamar menegaskan, pemerintah harus berani mengambil keputusan besar. Menertibkan kekacauan tata kota. Mempercepat birokrasi. Dan membuktikan bahwa pemerintah hadir bukan hanya mengelola agenda, tetapi menyelesaikan masalah.
“Jika setelah satu tahun masalah mendasar masih berdiri di tempat yang sama, publik wajar menyimpulkan: pemimpin ada, tetapi kebijakan belum memimpin,” pungkasnya.
Aksi ditutup dengan janji pengawalan. Agar paparan di tengah hujan tidak berhenti sebagai presentasi, tetapi benar-benar berubah menjadi kerja nyata.
Baca Juga:Satu Ventilator yang Membuat RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Tertutup bagi BPJSRibuan Pengendara Motor di Kota Tasikmalaya Masih Bandel, Sepekan Operasi Keselamatan Lodaya
Dan kota ini masih menunggu. Bukan hanya hasil rapat. Bukan hanya laporan kinerja. Tapi juga satu hal sederhana: kehadiran wali kotanya. (red/ayu sabrina barokah)
