TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Kasus dugaan child grooming yang menyeret seorang content creator berinisial SL akhirnya menarik perhatian Kementerian HAM Jawa Barat.
Selasa (10/2/2026), tim Kantor Wilayah Kementerian HAM Jabar melakukan kunjungan kerja ke Kantor UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Tasikmalaya untuk memverifikasi pengaduan pelanggaran HAM terhadap anak.
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi birokrasi. Tim KemenHAM Jabar juga menyambangi Polres Tasikmalaya Kota untuk memantau langsung proses hukum yang sedang berjalan, sekaligus memastikan kondisi pemulihan korban di UPTD PPA.
Baca Juga:Kampung Sosial Tanpa APBD Hadir di Kota Tasikmalaya, Kang Sule dan Paras Lur Jadi Senjata Lawan KemiskinanSatu Ventilator yang Membuat RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Tertutup bagi BPJS
Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM Kanwil KemenHAM Jabar, Nurjaman SH MH, mengatakan pertemuan tersebut difokuskan pada koordinasi lintas lembaga agar penanganan korban tidak berhenti di meja laporan polisi.
“Yang pertama kami dari Kemenkumham Provinsi Jabar melakukan koordinasi dan silaturahmi dengan Pemkot Tasik terkait kasus viral kemarin tentang korban child grooming. Kami juga sudah ke Polres dan ke UPTD untuk memastikan pemulihan korban berjalan,” ujarnya kepada Radar.
Menurut Nurjaman, pihaknya telah menerima paparan langkah-langkah yang dilakukan Pemkot Tasikmalaya bersama UPTD PPA, kuasa hukum, serta NGO yang selama ini mendampingi korban.
“Kami sudah mendapatkan informasi upaya yang dilakukan dengan berkoordinasi berbagai pihak, termasuk kuasa hukum dan NGO yang mendampingi korban,” katanya.
Namun, kasus ini dinilai tidak bisa diselesaikan hanya dengan penegakan hukum.
Nurjaman menegaskan perlunya sinergi jangka pendek, menengah, hingga panjang dalam pemenuhan hak asasi perempuan dan anak di Kota Tasikmalaya.
“Harapannya ada sinergi dengan teman-teman UPTD. Ada kebutuhan jangka pendek, tengah, dan panjang. Misalnya kebutuhan rumah aman untuk perempuan dan korban. Itu akan kami kaji dan kami minta datanya, karena ada kebutuhan yang urgent,” bebernya.
Baca Juga:Ribuan Pengendara Motor di Kota Tasikmalaya Masih Bandel, Sepekan Operasi Keselamatan LodayaDari Aduan Publik ke Meja Inspektorat: ASN Kota Tasikmalaya Diingatkan Kembali Jadi Pelayan, Bukan Tuan
Selain soal rumah aman, KemenHAM Jabar juga menyoroti pentingnya pencegahan melalui edukasi masyarakat. Sosialisasi tidak hanya menyasar sekolah, tetapi juga lingkungan keluarga dan komunitas keagamaan.
“Terkait sosialisasi kepada masyarakat dan instansi pendidikan, termasuk teman-teman di pengajian, tentu bisa bersinergi dengan Kementerian Agama. Pentingnya ketahanan keluarga dan bagaimana mengamankan anak sejak dini di lingkungan sendiri,” tambahnya.
