Kampung Sosial Tanpa APBD Hadir di Kota Tasikmalaya, Kang Sule dan Paras Lur Jadi Senjata Lawan Kemiskinan

Kampung Sosial tanpa APBD di Kota Tasikmalaya
Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diki Candra menyerahkan disela peresmian Kampung Sosial di Kantor Kelurahan Tuguraja, Selasa (10/2/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Menurutnya, langkah tersebut terinspirasi dari program konservasi di Garut yang menggabungkan bantuan ternak dengan kewajiban menanam pohon.

Model itu kini diadaptasi untuk menekan kemiskinan, stunting, dan inflasi di Kota Tasikmalaya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, menyampaikan Kota Tasikmalaya dipilih sebagai lokasi pertama Kampung Sosial 2026 setelah proses pendataan Penyandang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

Baca Juga:Satu Ventilator yang Membuat RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Tertutup bagi BPJSRibuan Pengendara Motor di Kota Tasikmalaya Masih Bandel, Sepekan Operasi Keselamatan Lodaya

“Di sini ada 143 warga yang perlu perhatian sosial. Ini program strategis pertama kami di tahun 2026,” katanya.

Ia mengungkapkan kemiskinan Jawa Barat masih berada di angka 6,78 persen atau sekitar 3,8 juta jiwa.

Jumlah itu bahkan lebih besar dari total penduduk Provinsi Bengkulu.

“Itu sebabnya urusan sosial tidak bisa ditangani sendirian. Harus gotong royong,” jelasnya.

Noneng menegaskan seluruh program Kampung Sosial dijalankan tanpa APBD, murni dari kolaborasi mitra dan stakeholder.

Selain rehabilitasi sosial, program juga mencakup jalan-jalan sosial sebagai upaya mencegah bencana sosial dan lingkungan.

“Selama ini kita menunggu bencana baru bergerak. Sekarang kita mulai mencegah,” tandasnya.

Program Kampung Sosial di Kota Tasikmalaya turut dihadiri Asisten Daerah I Provinsi Jawa Barat Asep Sukmana, jajaran OPD, serta mitra sosial seperti Rumah Wakaf, Rumah Yatim, Filantropi, OJK, dan BJB.

Baca Juga:Dari Aduan Publik ke Meja Inspektorat: ASN Kota Tasikmalaya Diingatkan Kembali Jadi Pelayan, Bukan TuanPers, Polisi, dan Kamera yang Tak Pernah Tidur

Pemprov Jawa Barat berharap Kota Tasikmalaya menjadi contoh bagi daerah lain.

Harapannya, para aghnia atau dermawan ikut tergerak membantu pengentasan kemiskinan dan perlindungan lingkungan.

Dengan Kampung Sosial tanpa APBD ini, Kota Tasikmalaya seolah memberi pesan: ketika anggaran terbatas, gotong royong jadi jalan pintas—dan ketika program sosial tidak banyak bicara, justru dampaknya bisa lebih terasa. (rezza rizaldi)

0 Komentar