TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Bikin geger. Potongan video asusila dua remaja beredar luas di media sosial dan percakapan Whatsapp. Isinya berupa adegan terlarang yang disebut-sebut dilakukan pasangan pelajar salah satu sekolah di Kabupaten Tasikmalaya. Namun kebenaran informasi tersebut belum bisa dipastikan.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya masih menelusuri kebenaran asal-usul serta identitas orang-orang dalam video tersebut. Setidaknya terdapat dua video yang beredar dengan durasi masing-masing sekitar 37 detik dan 24 detik.
Video tersebut menampilkan rekaman ulang adegan tidak pantas dari layar sebuah ponsel yang kemudian menyebar luas.
Baca Juga:Lari Mundur Bernama Anggaran di Kota Tasikmalaya!Lari dan Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya yang Dipertanyakan! (part 4-habis)
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait video viral tersebut. Saat ini, KPAID tengah melakukan penelusuran untuk memastikan kebenarannya. Sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Betul, kami mengetahui adanya video viral itu. Saat ini masih dalam proses pendalaman,” ujar Ato saat dikonfirmasi.
Menurutnya, tim KPAID sedang berupaya memastikan identitas para pemeran dalam video, termasuk asal sekolah dan usia mereka. Langkah ini penting untuk menentukan penanganan yang tepat, terutama jika yang bersangkutan masih berstatus anak di bawah umur.
“Kami sedang memastikan mereka bersekolah di mana dan berapa usianya. Jika memang masih di bawah umur, tentu pendekatannya adalah perlindungan anak,” katanya.
Selain itu, KPAID juga akan menelusuri pihak yang pertama kali menyebarkan video tersebut. Penyebaran konten yang melibatkan anak di bawah umur, kata Ato, dapat berimplikasi hukum karena melanggar perlindungan privasi dan hak anak.
“Kami juga mencoba mencari tahu siapa yang menyebarkan, karena penyebaran konten seperti ini sangat merugikan korban,” tegasnya.
KPAID mengimbau masyarakat untuk tidak ikut menyebarluaskan video tersebut demi melindungi masa depan anak-anak yang terlibat.
Baca Juga:Lari dan Suasana Batin Warga Kota Tasikmalaya (Part 3)Pelari Muda MAN 1 Tasikmalaya, Muhammad Yazid Anwar, Borong Medali dan Amankan Tiket Porprov 2026
Masyarakat juga diminta lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta segera melapor jika menemukan konten serupa. (Ujang Nandar)
