Artinya, masyarakat baru bisa menikmati layanan BPJS di rumah sakit tersebut sekitar enam bulan ke depan.
Padahal, dari sisi fasilitas, RSUD Dewi Sartika terbilang siap tempur.
Berdasarkan data SIRS Kementerian Kesehatan, rumah sakit tipe D itu memiliki 6 tempat tidur kelas I, 8 kelas II, 24 kelas III, serta 2 kamar perinatologi.
Pelayanan medisnya mencapai 32 jenis, mulai dari layanan dasar, KIA, IGD 24 jam, penyakit dalam, kesehatan anak, bedah, anestesi, hingga layanan penunjang lainnya.
Baca Juga:Ribuan Pengendara Motor di Kota Tasikmalaya Masih Bandel, Sepekan Operasi Keselamatan LodayaDari Aduan Publik ke Meja Inspektorat: ASN Kota Tasikmalaya Diingatkan Kembali Jadi Pelayan, Bukan Tuan
Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Dewi Sartika ditopang lebih dari 100 ASN, terdiri dari 46 perawat, 16 bidan klinis, dan 6 dokter.
Namun ironi tetap berdiri di depan pintu rumah sakit: mayoritas warga Kota Tasikmalaya yang bergantung pada BPJS belum bisa masuk. (rezza rizaldi)
