TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID —
Operasi Keselamatan Lodaya 2026 di Kota Tasikmalaya baru berjalan sepekan, namun catatan pelanggarannya sudah menumpuk seperti knalpot brong di bengkel modifikasi.
Satlantas Polres Tasikmalaya Kota mencatat, sebanyak 3.357 pelanggaran didominasi pengendara roda dua.
Alih-alih menurun, angka pelanggaran justru menunjukkan satu hal: helm masih sering dianggap aksesoris opsional, dan knalpot brong tetap jadi identitas kebanggaan sebagian pengendara.
Baca Juga:Dari Aduan Publik ke Meja Inspektorat: ASN Kota Tasikmalaya Diingatkan Kembali Jadi Pelayan, Bukan TuanPers, Polisi, dan Kamera yang Tak Pernah Tidur
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Riki Kustiawan mengatakan, mayoritas pelanggaran berupa tidak menggunakan helm standar SNI serta penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
“Selama H-1 sampai H-7 Operasi Keselamatan Lodaya, pelanggaran didominasi kendaraan roda dua sebanyak 3.357 pelanggar,” ujar AKP Riki, Senin (9/2/2026).
Berdasarkan data Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, rincian pelanggaran selama sepekan operasi meliputi:
* ETLE: 50 pelanggar.
* Non-ETLE: 44 pelanggar.
* Teguran simpatik: 3.357 pelanggar.
* Kendaraan travel: 7 pelanggar.
* ODOL (Over Dimension Over Loading): 11 pelanggar.
Operasi Keselamatan Lodaya 2026 sendiri digelar selama dua pekan, mulai 2 hingga 15 Februari 2026, dengan titik operasi tersebar di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota.
“Rekap ini hasil operasi petugas lalu lintas di beberapa titik. Kami lakukan pemeriksaan terhadap semua jenis kendaraan,” bebernya.
Tak hanya motor, kendaraan roda empat dan angkutan umum juga ikut disasar. Mulai dari kelengkapan surat, pajak kendaraan, hingga uji KIR untuk bus dan kendaraan besar.
“Kami periksa kendaraan umum, pribadi, dan kendaraan barang. Khusus roda dua, fokus pada knalpot tidak sesuai spesifikasi. Untuk bus kami cek KIR dan pajaknya,” jelas AKP Riki.
Baca Juga:Sidak Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya Bongkar Masalah Izin Lapangan PadelPara Ketua DPC dan Fraksi Gerindra se-Jawa Barat Wajib Jadi Corong Program Prabowo
Operasi ini menegaskan satu ironi klasik lalu lintas Kota Tasikmalaya: spanduk keselamatan terpampang di mana-mana, tapi helm masih sering kalah pamor dari gaya rambut.
Polisi berharap dua pekan ke depan bukan hanya angka pelanggaran yang turun, tetapi juga kesadaran pengendara untuk lebih tertib di jalan raya. (rezza rizaldi)
