RADARTASIK.ID — Lampu-lampu Stadion Utama Gelora Bung Karno menyala terang pada Minggu (8/2/2026) malam, tetapi tak ada sorot kebahagiaan di wajah para pemain Persija Jakarta.
Seusai laga kontra Arema FC, suasana justru dibungkus kesunyian.
Kekalahan 0-2 meninggalkan perasaan pahit, kontras dengan dominasi permainan yang sejak awal mereka peragakan.
Macan Kemayoran tampil menguasai jalannya pertandingan.
Aliran bola nyaris sepenuhnya berada di kaki tuan rumah, dengan penguasaan mencapai 72 persen.
Baca Juga:Persija Tak Ingin Tertinggal Jauh dari Persib, Bidik 3 Poin dari Arema FC, Pemain-Pemain Baru Dimainkan?Jakarta Bergerak, Pramono Ikuti Arahan Presiden Prabowo Bersih-Bersih Lingkungan, Turunkan 171 Ribu Orang
Namun, penguasaan itu tak pernah benar-benar bertransformasi menjadi ketajaman bagi Persija Jakarta.
Arema FC, yang lebih banyak menunggu dan membaca ritme, justru keluar sebagai pihak yang paling efektif.
Dua gol telat melalui Gabriel Costa (Gabi) pada menit ke-82 dan 90+11 menjadi penanda betapa sepak bola tak selalu berpihak pada mereka yang mendominasi.
Hasil tersebut memupus target tiga poin yang dibidik Persija untuk menjaga jarak di jalur persaingan papan atas.
Selisih poin Persija dengan Persib Bandung usai dikalahkan Arema FC kian jauh.
Poin Persib di klasemen Super League 2025/2026 yaitu 47. Sedangkan jumlah poin Persija Jakarta 41.
Sementara itu Borneo FC di posisi kedua dengan 46 poin.
Mauricio Souza Mengaku Kecewa
Pelatih Mauricio Souza pun tak mampu menyembunyikan kekecewaannya.
Ia menilai timnya sejatinya sudah memahami celah-celah yang ditinggalkan lawan.
Ruang-ruang itu bahkan sempat berhasil dimasuki, tetapi keputusan di momen krusial serta eksekusi teknis yang kurang presisi—terutama di babak pertama—membuat peluang-peluang itu berlalu begitu saja.
Mauricio juga mengisahkan perubahan yang ia lakukan selepas jeda.
Baca Juga:Presiden Prabowo Bangga Kampung Haji Indonesia di Makkah Mendapatkan Dukungan Penuh Kerajaan Arab SaudiRiwayat Pemain Spanyol di Persib Bandung dari Masa ke Masa, Sergio Castel Ingin Catatkan Sejarah Baru
Pergeseran posisi Maxwell Souza yang digantikan Alaeddine Ajaraie disebutnya membawa peningkatan signifikan.
Persija kian mendikte permainan, mengepung area pertahanan Arema, dan memaksa lawan hanya mengandalkan bola-bola panjang untuk mencari celah serangan balik.
Namun, dominasi itu tetap menyisakan celah.
Transisi bertahan yang tak cukup rapi akhirnya memberi Arema ruang untuk menghukum lewat serangan balik yang berujung gol.
“Mungkin kami tidak cukup baik dalam menyerang sambil bertahan, dan akhirnya itu memungkinkan mereka melakukan serangan balik dan mencetak gol,” ujarnya.
