Komite SD Islam An Nahl Tasikmalaya Kenalkan Playrenting, Konsep Pola Asuh Tenang dan Harmonis

SEMINAR
Seluruh pengisi acara foto bersama dalam kegiatan parenting yang digelar Komite SD Islam An Nahl, Sabtu (7/2/2026). (Fitriah Widayanti/Radartasik.id)
0 Komentar

Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen komite dalam memperkuat kolaborasi antara orang tua dan sekolah dalam membangun pendidikan karakter anak.

Menurutnya, pembentukan karakter tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada lembaga pendidikan, melainkan membutuhkan peran aktif keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama bagi anak.

“Anak itu sekolah bukan hanya di sekolah saja dan bukan hanya anak yang belajar. Kita diajak bersinergi antara rumah dan sekolah. Kalau ingin anak soleh dan solehah, berarti yang pertama harus diperbaiki adalah orang tuanya,” ucapnya.

Baca Juga:Raih Penghargaan APPBI 2026, Lucy Sosilawaty Optimistis Dorong Kemajuan Ritel DaerahGaungkan Edukasi dan Kepedulian Papua, JNE Dukung Film Anak “Teman Tegar: Maira”

Sementara itu, Kepala SD Islam An Nahl, Andi Nurfalah MPdI, menegaskan bahwa nilai utama yang ingin ditanamkan melalui kegiatan tersebut adalah penerimaan orang tua terhadap anak sebagai amanah.

Menurutnya, pola pengasuhan yang tenang dan penuh kesadaran berangkat dari sikap menerima dan mensyukuri kehadiran anak, termasuk segala kelebihan dan kekurangannya.

“Anak itu adalah anugerah yang Allah titipkan kepada kita sehingga harus diterima dengan baik, dengan segala konsekuensinya. Ketika itu sudah diterima dan disyukuri, tidak ada lagi rasa marah. Karena marah sering kali lahir dari kekecewaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kemarahan orang tua kerap muncul dari ekspektasi yang tidak terpenuhi terhadap perilaku anak. Karena itu, melalui kegiatan parenting ini, sekolah berharap orang tua dapat lebih lapang dalam menyikapi dinamika tumbuh kembang anak.

“Sebagaimana manusia memiliki sisi baik dan buruk serta naik turun keimanannya, maka anak pun demikian. Karena itu, kuncinya tetap harus ramah. Dari hati yang tulus akan lahir anak-anak yang berbakti dengan baik,” tutur Andi.

Ia berharap, melalui kolaborasi yang konsisten antara sekolah dan orang tua, nilai-nilai karakter yang ditanamkan dapat berjalan selaras, sehingga anak tidak hanya tumbuh secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepribadian yang kuat. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar