Kemenangan di Dall’Ara menjadi bukti terbaru bahwa Milan kini memiliki mental kuat saat bermain di kandang lawan, sebuah faktor penting dalam perburuan gelar.
Kombinasi pengalaman pemain senior seperti Rabiot, energi Loftus-Cheek, serta kontribusi Nkunku membuat Milan tampil seimbang di semua lini.
Allegri pun sukses meramu tim yang tidak hanya solid secara taktik, tetapi juga efisien dalam memanfaatkan peluang.
Baca Juga:Media Italia Sanjung Penampilan Daniel Maldini: Ia Memberi Warna Baru Lini Depan LazioJuventus Ditahan Imbang Lazio: Spalletti Tuding Wasit Tidak Profesional
Di sisi lain, Inter Milan memang masih berada di posisi yang lebih menguntungkan secara matematis.
Namun, konsistensi Milan secara perlahan meningkatkan tekanan dalam persaingan papan atas Serie A.
Setiap kemenangan Rossoneri kini bukan hanya soal poin, melainkan juga pesan psikologis kepada pesaing langsungnya.
Dengan jadwal padat dan kompetisi lain yang juga menanti, Inter dituntut menjaga fokus dan performa agar keunggulan yang dimiliki tidak tergerus.
Milan, sebaliknya, kini berada dalam posisi mengejar dengan modal kepercayaan diri tinggi dan sejarah yang mendukung.
Musim masih panjang, tetapi satu hal kini semakin jelas: AC Milan yang masih menyimpan satu laga tunda telah menempatkan diri sebagai penantang serius Scudetto.
Jika tren ini terus berlanjut, persaingan gelar Serie A berpotensi kembali memanas hingga pekan-pekan terakhir.
