SMA Negeri 11 Tasikmalaya Bentuk Budaya Kepemimpinan Lewat LDKS dan Pemilihan OSIS Perdana

SMA Negeri 11 Tasikmalaya bentuk budaya kepemimpinan siswa
Siswa SMA Negeri 11 Tasikmalaya saat mengikuti LDKS, Sabtu (7/2/2026). Fitriah Widayanti / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Sekolah baru ibarat rumah yang belum diisi perabot. SMA Negeri 11 Tasikmalaya mulai menata fondasi karakternya lewat kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dan pemilihan OSIS perdana, Jumat–Sabtu (7–8/2/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan upaya awal sekolah yang baru berdiri pada tahun ajaran 2025/2026 untuk mencari bentuk: mau jadi sekolah yang hidup dengan budaya organisasi, atau sekadar bangunan dengan papan nama.

Selama dua hari, siswa dibekali materi kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kerja sama tim.

Baca Juga:DKKT Uji Arah Gerak Seni Kota Tasikmalaya: Dari Rapat di Curug hingga Tantangan Digitalisasi BudayaWarga Ciamis Berhak Bahagia, Usai PSGC Dipastikan Lolos ke Liga 2 Pegadaian!

Metode yang digunakan pun dibuat interaktif—diskusi kelompok, penyampaian gagasan, hingga dinamika kelompok yang memaksa siswa keluar dari zona duduk-diam-dengar.

Kepala SMA Negeri 11 Tasikmalaya, Dian Widyastuti SPd MPd, menegaskan bahwa angkatan pertama memikul peran strategis sebagai peletak dasar budaya sekolah.

“Angkatan pertama ini adalah fondasi SMA Negeri 11 ke depan. Kalau fondasinya miring, bangunannya ikut miring. Maka kepemimpinan harus dibangun sejak awal agar mereka bisa jadi contoh bagi adik kelas nanti,” ujarnya.

Pada hari kedua, agenda dilanjutkan dengan pemilihan Ketua OSIS secara demokratis.

Para calon memaparkan visi dan misi di hadapan peserta, sebelum dilakukan pemungutan dan penghitungan suara.

Proses ini menjadi pengalaman pertama siswa mengenal mekanisme organisasi: dari berbicara di depan publik hingga belajar bahwa memilih pemimpin bukan soal populer, tapi soal tanggung jawab.

Tak hanya membangun karakter, SMA Negeri 11 Tasikmalaya juga bersiap memasuki babak baru dalam kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga:Polri Lawan Tengkulak Jagung dengan KUR dan Bulog, Harga Petani Dijaga Rp6.400 per KilogramEkshibisi Tarung Lagga Striking Kota Tasikmalaya Jadi Panggung Atlet Indoboxing Menuju Level Nasional

Sesuai arahan Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah XII, mulai Senin (9/2/2026) seluruh aktivitas pembelajaran dipindahkan ke gedung sendiri di Kecamatan Bungursari.

Selama sekitar tujuh bulan terakhir, sekolah ini masih “menumpang hidup” di SMA Negeri 1 Tasikmalaya, sambil menunggu rampungnya pembangunan gedung baru.

Kini, fase numpang telah selesai, dan sekolah mulai berdiri di atas kaki sendiri.

Saat ini, SMA Negeri 11 Tasikmalaya memiliki 30 siswa sebagai angkatan perdana.

Jumlah yang belum besar, namun justru menjadi laboratorium kecil untuk membentuk budaya sekolah dari nol.

0 Komentar